2,5 Tahun Jokowi-JK, isu ekonomi dan SARA paling disorot masyarakat
Merdeka.com - IndoBarometer menyelenggarakan survei evaluasi publik pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama 2,5 tahun berjalan. Survei ini melihat berbagai masalah yang menjadi keluh kesah masyarakat Indonesia.
Direktur Eksekutif IndoBarometer, Muhammad Qodari mengatakan, setidaknya ada lima permasalahan penting yang muncul dari masyarakat terkait kondisi saat ini. Di mana dua dari lima masalah tersebut adalah terkait dengan permasalahan ekonomi.
"Perekonomian rakyat 16 persen, harga sembako mahal 14,6 persen, masalah agama atau SARA 8,3 persen, sulitnya lapangan kerja 6,3 persen dan stabilitas politik 6 persen," katanya di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (22/3).
Dia menyoroti adalah permasalahan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang masuk dalam survei kali ini. Padahal pada akhir tahun 2015, mereka tidak menemukan permasalahan SARA.
"Menarik adalah isu SARA yang ada kaitannya dengan Pilkada di Jakarta. Survei IndoBarometer tahun lalu belum muncul, mudah-mudahan isu sementara saja. Kalau sampai enam bulan ke depan masih ada, ini PR bersama," tutup Qodari.
Survei dilakukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang. Adapun margin of error sebesar +/- 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia.
Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan. Di mana waktu pengumpulan data dari tanggal 04-14 Maret 2017.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya