Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2.388 soal UN mulai dikirim ke 24 daerah di Sulsel

2.388 soal UN mulai dikirim ke 24 daerah di Sulsel Soal UN. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Umum akan digelar 4 hingga 6 April mendatang. Sebanyak 2.388 soal UN buat Provinsi Sulawesi Selatan mulai dikirim Kamis (24/3).

Rencananya, proses pengiriman berlangsung hingga Selasa (29/3) depan. Pemberangkatan paket-paket soal UN berlangsung di kawasan pergudangan Jalan Parumpa, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Koordinator teknis UN, Firdaus Topuridi mengatakan, hari ini naskah UN mulai dikirim. Awalnya dimulai ke dua daerah termasuk daerah sulit dijangkau (remote) karena faktor geografis. Yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Pangkajenne Kepulauan (Pangkep).

Di Kabupaten Kepulauan Selayar, naskah UN sudah diberangkatkan Kamis dini hari. Jelang siang menyusul ke Kabupaten Pangkep. Jumat (25/3) besok, pengiriman dilakukan ke empat kabupaten/kota masuk area Luwu Raya yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Makassar ada di urutan paling akhir. Pola pendistribusian ini disesuaikan perhitungan jarak dan geografisnya.

"Naskah yang didistribusikan ini dalam paket-paket atau dus sebanyak 2.388 paket, ditambah lima paket untuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Hendak dibagikan ke 1.507 SMU sederajat, termasuk yang paket C. Jumlah peserta UN se-Sulsel sebanyak 130.128 orang," kata Firdaus.

Kepala tim gudang naskah UN dari Polda Sulsel, Kompol Jhon Kapoyos mengatakan, seluruh pengamanan soal UN sudah dipersiapkan, supaya berjalan lancar dan aman. Pengamanan dan pengawalan naskah UN, kata Jhon, dimulai dari diterimanya soal, tahap penyimpanan hingga pengiriman.

"Kita sudah sampaikan ke jajaran Polres-polres, Polsek-polsek, termasuk yang di pelosok, untuk mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan negara. Karena naskah UN ini adalah dokumen negara yang sifatnya rahasia dan UN itu kegiatan nasional," kata Jhon Kapoyos.

Menurut Jhon, pengiriman soal UN itu dikawal dua hingga tiga personel. Di gudang-gudang penyimpanan naskah ujian juga dikawal polisi. Dan saat UN berlangsung, setiap ruangan dijaga dua hingga tiga polisi.

"Saat UN berlangsung, pengamanan dilakukan secara tertutup (PAMTUP), bukan pengamanan terbuka (PAMKA). Polisi menggunakan pakaian preman, bukan uniform (seragam) agar tidak mengganggu konsentrasi para siswa. Kita akan di back up personel TNI," tutup Jhon.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP