Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2.220 personel Polri-TNI amankan pemilu di Jawa Timur

2.220 personel Polri-TNI amankan pemilu di Jawa Timur Simulasi pengamanan Pemilu. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2014, sejumlah personel Polri-TNI siap melakukan pengamanan. Sejumlah latihan dan simulasi pun mulai digelar. Hari ini (27/2), ribuan personel Polri-TNI menggelar latihan pengamanan Pemilu di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya.

Sekitar 2.220 personel gabungan yang terdiri dari 562 personel Polda Jawa Timur, 586 personel Polrestabes Surabaya, 371 anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak, 386 personel Polres Sidoarjo, 90 anggota TNI, 15 personel dari Linmas, dan 10 orang dari Satpol PP Kota Surabaya, unjuk kebolehan. Para personel gabungan ini, menunjukkan atraksinya saat melakukan pengamanan Pemilu 2014.

Keributan dan kericuhan dari unjuk rasa digelar karena ketidakpuasan terhadap hasil pemilu terjadi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Ribuan massa menuntut pemilu ulang, karena menganggap telah terjadi kecurangan. Saat itu ribuan personel gabungan menunjukkan kebolehannya mengamankan kerusuhan yang terjadi. Tak hanya itu, para petugas ini juga menunjukkan kemampuannya menyelamatkan calon presiden yang disandera orang tak dikenal.

Sementara untuk menghalau dan memecah konsentrasi para petugas keamanan, para pengunjuk rasa juga berusaha meledakkan kantor gubernuran dengan tiga unit bom waktu.

Terjadilah aksi baku tembak. Sambil membidikkan senjatanya ke arah sasaran, petugas menerobos barisan para pengunjuk rasa. Sedangkan tim Gegana Polda Jawa Timur, berhasil menerobos masuk ke dalam barisan pengunjuk rasa dan segera menjinakkan bom waktu yang sudah terpasang di Gedung Gubernuran.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan, simulasi yang dilakukan pihaknya bersama TNI tersebut diharapkan siap melakukan pengamanan Pemilu 2014 bagaimanapun situasinya nanti.

"Ini merupakan latihan kita jelang Pemilu nanti. Kita akan melakukan latihan secara berulang-ulang di beberapa tempat. Kenapa? Agar kita bisa siaga dalam kondisi apapun dan di mana saja," kata Unggung Cahyono, Kamis (27/2).

Jendral bintang dua itu juga menjelaskan, simulasi yang dilakukan pihaknya ini juga menggunakan berbagai perlengkapan pengamanan dan berbagai senjata. "Bahkan, kendaraan-kendaraan berat juga ikut diterjunkan ke depan Kantor Gubernur untuk pelaksanaan simulasi," ujarnya.

Sementara untuk kelancaran latihan dan simulasi, jalur lalu lintas menuju Jalan Pahlawan dialihkan ke jalur lain. Sejumlah jalan yang dialihkan di antaranya, Jalan Veteran yang menuju Jalan Pahlawan dialihkan menuju Jalan Stasiun Kota dan ke arah kanan menuju Kebon Rojo.

Kemudian arus lalu lintas dari Jalan Bubutan ke Jalan Pahlawan, Stasiun Kota, Pasar Atom, dibelokkan ke arah Jalan Indrapura, selanjutnya arus lalu lintas dari arah Jalan Stasiun Kota menuju Jalan Pahlawan dibelokkan ke arah Jalan Semut Kali.

Selain itu, arus lalu lintas dari Jalan Sulung ke Jalan Pahlawan yang melintasi Jalan Johar ditutup di simpang tiga Johar-Sulung dan di putar balik melalui Jalan Semut Kali. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP