Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

21 Hektar lahan gambut dan perkebunan terbakar di Aceh Selatan

21 Hektar lahan gambut dan perkebunan terbakar di Aceh Selatan 21 hektar lahan gambut terbakar di Aceh Selatan. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Lahan gambut dan perkebunan warga sejak kemarin terbakar diperkirakan mencapai 21 hektar di tiga kecamatan. Akibatnya asap mengepul sudah mengganggu aktivitas masyarakat, gangguan ISPA dan jarak pandang yang terbatas.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Aceh Selatan, dibantu personel Polri dan TNI sejak tadi malam mencoba menerobos titik api yang sulit dijangkau. Seperti di wilayah Bakongan ada dua titik api jaraknya sekitar 6 kilometer.

"Sulit dijangkau karena akses jalan tikus (jalan kecil) dan sekitarnya jarak sekitar 2 kilometer sudah terbakar 6 hektar dan mengancam ratusan lahan perkebunan warga, jadi total laporan malam diperkirakan 21 hektar terbakar dan petugas terus bekerja untuk memadamkan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek di Banda Aceh, Sabtu (9/6).

Hingga Jumat (8/6) malam sekira pukul 21.30 WIB ada 3 kecamatan yang mengalami kebakaran lahan dan hutan – yaitu Kecamatan Bakongan, Tapaktuan dan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan. "Dugaan sementara kebakaran akibat ulah warga yang membersihkan lahan dengan cara membakar," jelasnya.

Katanya, kendala besar yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian, akses jalan yang sulit dijangkau. Sehingga petugas harus mencari cara lain, agar bisa menjinakkan si jago merah yang melahap lahan gambut dan perkebunan warga.

Sedangkan kondisi terbaru pagi ini. T Ahmad Dadek menyampaikan data saat ini tinggal dua kecamatan lahannya yang terbakar - yaitu Kecamatan Bakongan di Gampong Ujung Padang dan Kecamatan Tapaktuan di Gampong Air Berudung.

"Mudahnya terbakar, ini karena kondisi cuaca cukup panas, sedang musim kemarau sehingga api mudah merambat ke sekitarnya," ungkapnya.

Di Kecamatan Bakongan yang sudah terbakar sebanyak 18 hektar lebih dan petugas masih berjibaku memadamkan api, membutuhkan waktu karena ada beberapa titik api dalam lahan yang luas. Sedangkan di Kecamatan Tapatuan sudah berhasil dipadamkan dan luas kebakaran masih dalam pendataan petugas.

"Petugas masih tetap sedang bekerja untuk memadamkan api," jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Informasi dan Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Zakaria mengingatkan Aceh saat ini sudah masuk musim kemarau sejak bulan Maret. Sehingga bisa dilihat curah hujan semakin berkurang.

"Suhu udara semakin meningkat dan bahkan di Banda Aceh pernah suhu mencapai 53 derajat celsius. Musim kemarau juga diikuti dengan peningkatan kecepatan angin," jelasnya.

Oleh karena itu, dengan kondisi kering karena cuaca kemarau, BMKG meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dengan api. Baik itu keberadaan kompor di rumah maupun saat membakar sampah, harus selalu dijaga agar tidak terjadi kebakaran.

"Bagi masyarakat yang hendak membuka lahan perkebunan agar tidak membakar hutan. Juga kepada nelayan dan kepada penyedia jasa pelayaran untuk berhati-hati," pintanya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP