2.000 Orang dukung petisi tuntut ketua Satgas TKI minta maaf
Merdeka.com - Terkait pernyataan Ketua Satgas TKI, Maftuh Basyuni dalam acara Sosialisai Satgas TKI, musisi Melanie Subono, menuntut Maftuh agar meminta maaf. Dirinya langsung membuat petisi dukungan tanda tangan di platfrom online www.change.org/supportimastati.
"Gue buat ini karena pernyataan Ketua Satgas TKI dan setelah mendengar keluhan Imas Tati seorang mantan TKW yang berhasil lolos saat hendak di perkosa majikannya," ujar Melanie di Sekretariat Change.org Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/6).
Anak dari bos Java Musikindo Adri Subono ini menambahkan, dalam waktu waktu kurang 24 jam setelah dibuatnya dukungan tersebut pada Rabu (13/6) telah mendapatkan hampir 2.000 tanda tangan.
"Ini merupakan petisi Indonesia yang paling cepat berkembang pada situs change.org," katanya.
Seperti diketahui, pada tanggal 29 Mei lalu di Hotel Borobudur, Maftuh Basyuni menyatakan bahwa kekerasan yang dialami pekerja migran banyak terjadi karena bersumber dari sikap dan perilaku pekerja itu sendiri.
Khususnya, bagi perempuan mereka bersikap genit, nakal dan melakukan pergaulan bebas selama menjadi TKW.
Dalam pernyataan di situs change.org, 13 Juni 2012 Melanie Subono menuliskan pernyataan Maftuh Basyuni yang mantan menteri agama itu telah menyakiti banyak TKI yang bekerja dengan tulus.
"Seorang TKW ditemukan tewas. Seorang TKI disiksa majikannya dengan setrika. Seorang TKW Indonesia di luar negeri diperkosa dan kemudian dibunuh oleh majikannya sendiri. Seorang pekerja Indonesia di luar negeri tidak bisa dikenali lagi jenazahnya saat dikirimkan kembali kepada keluarga."
"Itulah yang bertahun-tahun ini sering saya lihat di televisi mengenai ibu, anak, wanita, pria yang mencoba bekerja halal dan telah menjadi pahlawan devisa untuk kita," tulis Melanie.
Melanie kemudian menuturkan kesaksian Imas Tati, TKW 23 tahun yang jatuh dari lantai 2 suatu pagi buta saat mencoba melarikan diri keluar jendela rumah majikannya:
"Pejabat di Indonesia tidak bisa merasakan betapa beratnya menjadi TKI. Bekerja tanpa mengenal waktu, tidak bisa istirahat, ingat anak di rumah, dan harus berjuang sendiri melawan majikan yang sering kali hendak memperkosa. Tetes keringat saya, saksinya bahwa TKI sangat menderita... Saat orang lain pulang kampung membawa kebanggaan, saya dikucilkan, berjalanpun saya sudah tidak bisa normal sekarang..."
Melanie juga mengutip pernyataan Ketua Satgas TKI Maftuh Basyuni mengenai kejadian yang kerap menimpa para TKI kita:
"Kekerasan yang dialami pekerja migran banyak terjadi karena bersumber dari sikap dan perilaku pekerja migran itu sendiri, khususnya perempuan pekerja migran. Mereka, antara lain, bersikap genit, nakal, dan melakukan pergaulan bebas selama di luar negeri."
Sebagai penyambung lidah Imas Tati, Melanie membuat petisi agar Maftuh meminta maaf atas pernyataan yang merendahkan TKI. "Dengan permintaan maaf ini, bukan hanya Pak Maftuh, namun wakil rakyat lainnya dapat memahami bahwa mereka tidak bisa berbicara seenaknya, tanpa dasar, tanpa empati," kata Melanie. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya