Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

20 hotspot sumber kabut asap ganggu penerbangan di Sampit

20 hotspot sumber kabut asap ganggu penerbangan di Sampit Ilustrasi kebakaran hutan. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali terganggu pekatnya kabut asap kebakaran lahan yang mengganggu jarak pandang.

"Kalau jarak pandang membaik di atas 2.200 meter, kemungkinan penerbangan bisa kembali membaik," ujar Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Zuber, seperti dikutip Antara, Senin (21/9).

Sementara itu, Lana, salah seorang calon penumpang yang merupakan warga Jakarta yang hendak ke Sampit beberapa hari lalu, terpaksa mengambil rute Jakarta-Pangkalan Bun, setelah itu baru menempuh perjalanan darat empat jam menuju Sampit. Hal itu terpaksa dilakukannya, karena penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit beberapa hari lalu lumpuh total akibat asap yang sangat pekat.

"Mau lewat Palangka Raya ternyata juga parah seperti di Sampit. Mudah-mudahan saja kebakaran lahan dan asap segera berakhir karena ini sangat mengganggu masyarakat. Selain berdampak buruk terhadap kesehatan, asap pekat juga membuat aktivitas masyarakat terganggu," ujarnya.

Diketahui, kabut asap akibat kebakaran lahan itu pada Senin (21/9) pagi bertambah pekat. Jarak pandang aman di darat diperkirakan hanya sekitar 30 meter, hingga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Bagi transportasi udara, kondisi ini tidak baik bagi penerbangan hingga tidak berlebihan jika jadwal penerbangan dibatalkan.

Pekatnya asap diperkirakan akibat sisa-sisa kebakaran lahan di sejumlah lokasi di Sampit. Lahan gambut yang terbakar diketahui memang sulit dipadamkan, karena meski api di permukaan telah padam, namun di bagian dalam tanah bisa terus menjalar sehingga menimbulkan asap pekat.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kotim menyebut, jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau pada Senin pagi sebanyak 20 titik, yang tersebar di Kecamatan Baamang 3 titik, Mentaya Hilir Selatan 3 titik, Mentaya Hilir Utara 8 titik, Seranau 2 titik dan Teluk Sampit 4 titik.

Saat ini sebagian masyarakat sudah peduli untuk membantu menanggulangi kebakaran lahan, namun tidak sedikit yang masih kurang peduli. Enda mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP