Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 WNI disandera OPM, DPR minta utamakan dialog sebelum TNI bertindak

2 WNI disandera OPM, DPR minta utamakan dialog sebelum TNI bertindak Sweeping Raider di Papua. ©handout/Puspen TNI

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tantowi Yahya mengaku baru mendengar berita tentang ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dia mengaku baru mengetahui informasi ini usai dimintai tanggapan oleh wartawan.

"Saya baru dengar berita itu dari bapak-ibu wartawan ini," kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Meskipun baru mengetahui berita dua WNI yang disandera di Papua Nugini, ia menyarankan agar pemerintah pusat melakukan dialog dahulu kepada pihak OPM. Apabila proses dialog tak tercapai, maka pihak keamanan nasional bisa langsung mengambil alih.

"Apabila tidak tercapai, tugas pemerintah dalam hal ini satuan terkait tindak lanjut berikutnya menjadi ranah TNI dan polisi," jelasnya.

Tantowi juga meminta Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia di Papua Nugini berperan aktif untuk melakukan komunikasi politik dengan pemerintah disana dan para penyadera dua WNI itu. "Terkait ini memang kewenangan Kementerian luar negeri karena terjadi di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perwakilan Indonesia di Papua juga harus melakukan penguatan lebih dahulu," tutur dia.

Seperti diketahui, Dua WNI yang bernama Sudirman (30) dan Badar (28) ditawan ketika tengah memotong kayu di Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Penyanderaan terjadi bersamaan dengan insiden penembakan terhadap seorang pemotong kayu (chainshow) pada 9 September lalu.

Saat itu terdapat tiga orang chainshow yang tengah melakukan tugasnya, kemudian secara tiba-tiba ketiganya dihujani tembakan oleh kelompok bersenjata. Akibatnya, satu orang tewas, dua lainnya ditawan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP