2 Teroris dipindahkan dari Jakarta ke Lapas Bengkulu
Merdeka.com - Suyitno alias Guntur Pamungkas dan Muhammad Amin alias Amin Mude alias Kabu Ahmada, dua terpidana teroris dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Bentiring, Kota Bengkulu dari Jakarta. Hal itu untuk memecah jaringan terpidana teroris di dalam penjara.
"Teroris ini jangan sampai menumpuk di Pulau Jawa, maka disebar ke daerah lain, ke Lapas Bengkulu ada dua," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu Dewa Putu Gede di Bengkulu, Senin (9/5) seperti dilansir Antara.
Keduanya tiba di Bandara Fatmawati Bengkulu sekitar pukul 10.00 Wib.
Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Provinsi Bengkulu Azhari mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari Kejaksaan Agung soal pemindahan keduanya. "Kami hanya melakukan pengawasan eksekusi pemindahan terpidana ke Lapas Bentiring Bengkulu," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Klas IIA Bentiring Bengkulu FA Widyo mengatakan kedua teroris itu untuk sementara akan mengikuti masa karantina.
"Dipisahkan satu atau dua hari untuk proses karantina, sesuai dengan standar operasional prosedur," ungkapnya.
Untuk diketahui, Suyitno alias Guntur Pamungkas ditangkap Densus 88 pada Agustus 2014 lalu. Warga Kabupaten Ngawi itu terlibat jaringan teroris Santoso CS yang beroperasi di Poso, Sulawesi Tengah. Sementara Muhammad Amin Mude diamankan pihak kepolisian pada Desember 2014 lalu, Amin Mude alias Kabu Ahmada diamankan karena diduga mendanai dan memfasilitasi enam warga Makassar yang hendak 'hijrah' ke Suriah.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya