2 Pekerja tambang di Samarinda tertimbun longsor, 1 belum ditemukan
Merdeka.com - Meidi (29), operator ekskavator tambang batu bara dilaporkan tertimbun bersama alat beratnya, di areal tambang batu bara PT ECI di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (8/3) pagi. Hingga sore ini, Meidi masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Informasi dihimpun, salah seorang rekan kerja Meidi sekaligus saksi Riki Sakartung (41) mengungkap, sekitar pukul 08.40 WITA dia sedang mengawasi Meidi dan rekannya seorang operator alat berat Artic, Agus (33), melakukan loading batu bara.
Tiba-tiba di lokasi Riki melihat adanya longsoran kecil material tanah. Dia kemudian meminta Agus dan Meidi untuk meninggalkan lokasi tambang. Sekitar 5 menit kemudian, longsoran besar material menimpa Agus dan Meidi beserta 2 alat berat yang mereka kemudikan.
"Setelah melihat keduanya tertimbun, saksi Riki langsung menghubungi rekan lainnya untuk melakukan evakuasi," kata Kasi Operasional Basarnas Kantor SAR Balikpapan, Mujiono, saat dikonfirmasi merdeka.com Rabu (8/3) sore.
Pekerja setempat berhasil menyelamatkan Agus dalam kondisi kritis. Agus langsung dibawa ke RS terdekat.
"Sementara Meidi belum berhasil ditemukan," ujar Mujiono.
Usai menerima informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, 8 personel Basarnas Kantor SAR Balikpapan diterjunkan ke Samarinda guna membantu proses pencarian Meidi. Evakuasi juga dilakukan bersama kepolisian dan TNI.
"Kami bawa peralatan Thermal Detector untuk proses pencarian, dan untuk mengetahui suhu tubuh manusia yang berada di lokasi longsoran. Yang jelas, tim di lokasi masih melakukan pencarian," pungkas Mujiono.
Di lokasi kejadian, sedikitnya 2 ekskavator berupaya mencari korban Meidi. Lokasi kejadian yang dikelilingi tebing galian tambang batu bara membuat petugas SAR ekstra hati-hati melakukan proses pencarian korban.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya