Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Korban tewas tersetrum di halte Busway Mangga Dua, calon pengantin

2 Korban tewas tersetrum di halte Busway Mangga Dua, calon pengantin Petugas PLN cek kabel di halte busway Mangga Dua. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Duka mendalam dirasakan kedua orang tua Niko Adeli, korban tewas dalam peristiwa tersengat aliran listrik di jembatan Halte Busway, di Mangga Dua, Jakarta Pusat, Rabu (30/12) kemarin. Kedua orang tuan Niko, Sunarto dan Euis Karnesih yang tinggal di Kampung Tambak Mekar, Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat, tak henti-hentinya menangis sambil meratapi anaknya.

Meski mencoba untuk tegar, namun keduanya mengaku sangat terpukul dengan peristiwa nahas yang dialami anak pertamanya itu. Bahkan sebelumnya Euis, ibunda Niko sempat beberapa kali mengalami pingsan.

Menurut Euis, dia terakhir berkomunikasi dengan anaknya dua hari sebelum Niko meninggal, namun demikian tidak ada firasat. Bahkan Niko yang menghubungi Ibunya itu melalui telepon genggam, bercerita kebahagiaan selama dia bekerja.

"Sedih ya pokoknya ga bisa dibilang, sedih sekali. Udah lama, terakhir hari Senin malam Selasa telepon. Cuma cerita kerjanya enak, terus pokoknya cerita yang enak-enak, gak punya firasat apa-apa," kata Euis, menceritakan kesan terakhir dengan Niko, Kamis (31/12) di Subang.

Lebih lanjut Menurut Euis, rencananya Niko akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Siti, pada bulan depan. Namun niatnya tersebut tidak kesampaian karena Niko keburu dijemput ajal.

"Sudah ada rencana nikah, hubungannya udah lama, sempat di bawa ke rumah dua kali, saya juga udah nanya sama Siti, ya pengennya sih tahun depan nikah," kata Euis.

Kini keluarga hanya bisa pasrah dengan nasib yang dialami anaknya. Meski harus kehilangan mereka tak lagi bisa berbuat apa-apa. Hanya saja keluarga berharap kejadian yang menimpa Niko, tak lagi terjadi sehingga ada Niko lain dalam kasus serupa.

"Harapannya jangan sampai kejadian lagi lah, seperti yang udah-udah ada korban, jangan sampai menimpa yang lain kasian bukan apa-apa, saya sebagai orang tua juga sedih," kata Sunarto.

Sementara, setelah menjalani proses disalatkan. Jenazah Niko kemudian dimakamkan pihak keluarga pada Kamis Sore, di pemakaman umum di sekitar tempat tinggal orangtuanya.

Sebelumnya, karyawan PT TransJakarta Siti Nurhayati (23) dan pasangannya Niko Adeli (23) tewas di dekat tangga penyeberangan Halte Busway Mangga Dua pukul 11.30 WIB, Rabu (31/12). Keduanya tewas tersengat arus listrik.

Menurut saksi mata, Soleh (37), seorang driver GO-JEK, di Mangga Dua, hujan besar mengguyuri wilayah Mangga Dua sekitar pukul 11.00-12.00 WIB. Hujan besar membuat Siti dan Niko beserta tiga penumpang terakhir busway berteduh di atas halte busway. Karena hujan tak kunjung berhenti, sekitar pukul 11.30 WIB kelimanya turun beriringan. Siti terdepan dan diikuti Niko dan tiga penumpang busway.

"Ada Iima orang tadi malam. Dua korban dan tiga penumpang terakhir busway. Hujan besar sekali dan air tergenang sampai lutut saya. Mereka turun beriringan," kata Soleh kepada merdeka.com di Halte Busway Mangga Dua, Jalan Raya Mangga Dua, Jakarta Pusat, Rabu (31/12) lalu.

Begitu mencapai jembatan kecil yang menghubungi trotoar dan tangga penyeberangan, Siti berteriak meminta tolong. Melihat itu, Niko yang merupakan pacarnya segera meraih tangan. Nahas bagi Niko, dia ikut tersengat listrik.

"Yang perempuan teriak minta tolong dan lakinya itu bantu. Tapi dia juga ikut kena arus," jelas dia.

Melihat itu, ke tiga penumpang lainnya tak ikut membantu. Mereka pun kembali ke atas jembatan penyeberangan dan segera memberitahu petugas TransJakarta yang sedang piket jaga.

"Ketiganya tidak bisa membantu. Mereka hanya balik ke atas dan beritahu petugas," lanjut dia.

Mendengar itu, petugas jaga lantas turun dan segera melihat kondisi keduanya. "Petugas datang tapi mereka sudah tewas," tutur Soleh. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP