Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Korban awan panas Gunung Sinabung masih kritis

2 Korban awan panas Gunung Sinabung masih kritis Korban Gunung Sinabung. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Dua korban luka akibat awan panas guguran Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, masih kritis. Keduanya mendapat perawatan tim dokter di ruang ICU, RSUP H. Adam Malik, Medan.

Kedua korban yang masih dalam perawatan intensif yaitu Cahaya Br Tarigan dan Cahaya Sembiring Meliala.

"Alat medis masih terpasang. Pasien diawasi dokter bedah, dokter bedah plastik, dokter anastesi, dokter syaraf, dokter penyakit dalam, serta psikiater," kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP H Adam Malik Medan, dr Welly Refnealdi, Senin (23/5).

Kondisi kedua pasien dipantau selama 24 jam. Tekanan darah, denyut nadi, fungsi pernapasan maupun luka bakar di tubuh pasien terus dievaluasi.

Meski masih kritis, kondisi kedua pasien dinilai sudah stabil. Bahkan, Cahaya Sembiring Meliala telah merespons komunikasi dokter.

Tim dokter juga menilai kondisi kaki Cahaya Br Tarigan sudah terinfeksi. Jaringan di kakinya sudah tidak berfungsi.

korban gunung sinabung

"Dokter spesialis menyarankan untuk segera diamputasi, agar luka bakar di tubuh korban tidak semakin parah," kata Kabid Pelayanan Medis RSUP H Adam Malik Medan, dr. Qadri Fauzi Tanjung.

Meski begitu, keluarga Cahaya Br Tarigan belum memberikan izin untuk melakukan amputasi itu.

"Kami masih menunggu izin dari keluarga. Kalau sudah diizinkan, segera kami lakukan tindakan medis," lanjut Qadri.

Manajemen RSUP H Adam Malik juga meminta keluarga tidak memikirkan masalah biaya. Seluruhnya ditanggung RSUP H Adam Malik dan Pemprov Sumut.

Seperti diberitakan, awan panas guguran Gunung Sinabung, Sabtu (21/5) petang, merenggut tujuh jiwa. Selain itu, dua korban juga terluka dan masih dalam kondisi kritis dengan luka bakar di atas 50 persen.

Seluruh korban merupakan penduduk Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Karo. Mereka ditengarai tengah bertani di ladangnya, saat awan panas Gunung Sinabung tiba di desa masuk dalam zona merah itu.

Sebagian masyarakat tetap memilih berladang di desa itu, meskipun mereka telah diungsikan dan jalan masuk ke sana telah dipasangi portal. Berdasarkan keterangan warga Desa Gamber, terdapat sekitar 25 KK yang nekat masuk kembali ke desa itu untuk bertani. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP