2 Jaksa dikeroyok saat akan eksekusi Bupati Kepulauan Aru

Reporter : Hery H Winarno | Senin, 20 Mei 2013 10:36




2 Jaksa dikeroyok saat akan eksekusi Bupati Kepulauan Aru
Gedung Kejaksaan Agung. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Dua jaksa eksekutor yakni Kasie Intel Kejari Dobo Muhammad Kasat dan rekannya Hiras Silaban dikeroyok orang tidak dikenal saat sedang melakukan tugas. Keduanya dianiaya saat pemantauan terpidana kasus korupsi APBD Kabupaten Kepulauan Aru, Tedy Tengko.

Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru Sila Pulungan bertekad akan memproses hukum para pelaku yang terlibat kasus pengeroyokan dua anggota jaksa di halaman Kantor Bupati Aru itu.

"Jaksa yang dianiaya sekelompok massa sekitar pukul 10.30 WIT ini dilarikan ke instalasi gawat darurat RSUD Cendrawasih untuk divisum," kata Kajari Dobo, Sila Pulungan seperti dikutip dari Antara, Senin (20/5).

Usai menjalani perawatan medis yang disertai visum et repertum, kedua jaksa yang didampingi anggota Polres Kepulauan Aru ini langsung menuju Mapolres untuk membuat laporan resmi.

"Kami tetap akan melakukan proses hukum terhadap siapa saja yang terlibat dalam kasus ini hingga tuntas dan aparat kepolisian diharapkan dapat meringkus para oknum pelaku pengeroyokan secepatnya," kata Sila Pulungan.

Meski aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap jaksa untuk menghalang-halangi upaya eksekusi Tedy Tengko, namun kejaksaan akan tetap melakukan upaya penangkapan dan penahanan terhadap terpidana.

"Kami tidak akan pernah mundur terhadap upaya eksekusi terpidana kasus dugaan korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap lewat keputusan Mahkamah Agung," katanya.

Teddy Tengko mulai menjabat Bupati Kepulauan Aru periode lima tahun pertama dari 2005-2010 dan terpilih lagi menjadi bupati untuk periode 2010-2015.

Namun yang bersangkutan terlibat kasus korupsi dana APBD 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar dan diputuskan bersalah oleh Mahkamah Agung.

MA menjatuhi vonis empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 5,3 miliar berdasarkan putusan kasasi nomor 161 K/PID.SUS/2012 tertanggal 10 April 2012.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Pengeroyokan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Usai dilantik, menteri dilarang Jokowi bikin acara macam-macam
  • Satroni gerai Alfamart, maling bawa kabur rokok dan CCTV
  • Pasar tunggu realisasi janji pro rakyat di kabinet Jokowi
  • Rekan separtai dipecat, Roy Suryo bisa jadi anggota DPR lagi
  • Raffi Ahmad pakai celana pendek dalam resepsi di Tabanan Bali
  • Perwakilan warga surati Jokowi, minta putra Kalsel jadi menteri
  • Jokowi panggil Saleh Husin ke Istana
  • Bocah hamil 5 bulan usai dicabuli ayah 3 kali, guru agama 6 kali
  • Jokowi diminta tak ulangi kesalahan kemenko era SBY
  • Datangi Istana, relawan Jokowi tolak Rini Soemarno jadi menteri
  • SHOW MORE