Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Bulan menghilang, 6 warga Sumbar eks Gafatar ditemukan di Kalteng

2 Bulan menghilang, 6 warga Sumbar eks Gafatar ditemukan di Kalteng Gafatar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Enam warga Sumatera Barat mantan Gafatar yang dilaporkan hilang di kepolisian setempat, ditemukan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan dititipkan di Polres Palangkaraya, Kamis (11/2) kemarin. Keluarga keenam warga Sumbar itu akhirnya dijemput keluarganya dari Padang.

"Hari ini sudah dijemput keluarganya dari Padang dan dibawa pulang kembali ke Sumatera Barat," kata Kapolresta Palangkaraya AKBP Jukiman Situmorang, kepada merdeka.com, Jumat (12/2).

Jukiman menerangkan, keenam warga Sumbar yang sempat dilaporkan hilang di kepolisian Sumbar itu adalah Ana Sri (25), F (6), N (3), Nurhayati (53), Hario (29) dan Wila (17). Keenamnya dilaporkan suami Ana, bernama Hendri.

"Disebutkan bahwa diduga ada di Palangkaraya. Kerja sama dengan kepolisian Sumbar, akhirnya kita temukan di barak tempat tinggal, di Jalan Bangau Palangkaraya," ujar Jukiman.

Dalam keterangannya kepada kepolisian, mereka yang dititipkan di Polresta Palangkaraya, memang mengaku mantan pengikut Gafatar di Sumatera Barat. Sebelumnya diketahui, bahwa mereka diminta oleh Gaftar untuk meninggalkan Sumatera Barat, pergi ke Kalimantan.

Namun demikian, belakangan diketahui, ada alasan lainnya keenam orang itu meninggalkan Sumatera Barat. Keterangan itu didapat setelah dilakukan pendekatan yang dilakukan kepolisian di Polresta Palangkaraya.

"Alasan mereka juga yang mendasari adalah persoalan rumah tangga, sehingga meninggalkan rumah di Sumatera Barat. Ini yang kita urai dan perlu diketahui bahwa bukan murni persoalan pemahaman agama, melainkan ada faktor lainnya," terang Jukiman.

Masih dari keterangan keenam orang warga Sumatera Barat itu, sebelum berada di Palangkaraya, mereka sempat berada di Kalimantan Barat. Sehingga akhirnya memilih tinggal di Palangkaraya.

"Mereka 2 bulan di Palangkaraya, sebelumnya sempat tinggal di Mempawah, Kalimantan Barat. Jadi, pemahaman mereka tentang Gafatar, mereka dapat selama tinggal di Sumatera Barat," ungkap Jukiman.

"Keberadan mereka ini di Palangkaraya, sudah kita koordinasikan dengan muspida Pemkot Palangkaraya. Jadi, ya hari ini, sudah dibawa kembali keluarga pulang ke Sumatera Barat," pungkas Jukiman.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP