Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan Warga Jember Keracunan Ikan Tongkol saat Malam Tahun Baru

Ratusan Warga Jember Keracunan Ikan Tongkol saat Malam Tahun Baru Keracunan Ikan Tongkol. ©Antara

Merdeka.com - Tradisi bakar ikan untuk merayakan malam pergantian tahun, menimbulkan duka di Jember. Ratusan warga di berbagai titik di Jember mengalami keracunan usai memakan ikan tongkol bakar. Data sementara yang dihimpun hingga Rabu (01/01), korban keracunan ikan bakar jenis tongkol mencapai 119 orang. Mereka tersebar di 21 dari total 31 kecamatan yang ada di Jember.

Salah satu layanan kesehatan yang menangani korban keracunan tersebut adalah Puskesmas Arjasa, Jember.

"Iya, tadi malam ada 9 orang yang masuk sini. Semua keluhannya sama, seperti sesak, pusing, mual dan muntah," ujar Rofi'i, perawat jaga Puskesmas Arjasa.

Dari 9 orang yang mengalami keracunan di Puskesmas Arjasa, 2 di antaranya harus di rawat inap. Setelah mendapat perawatan intensif, pada Rabu siang, mereka sudah bisa pulang, karena kondisinya sudah mulai membaik. Petugas puskesmas memberikan terapi infus, cairan, oksigen serta terapi injeksi seperti dexa dan konsentron.

"Tadi sudah kita periksa, sesaknya berkurang, sudah tidak muntah juga. Tetapi kita akan kunjungan lagi ke rumah para pasien tersebut," ujar Rofi'i.

Kunjungan tersebut dilakukan karena gejala keracunan terjadi secara meluas. "Kita mengambil spesimen berupa ikan tongkol yang di makan korban, untuk kita laporkan ke Dinas Kesehatan Jember," papar Rofi'i.

Sejauh ini, belum bisa dipastikan penyebab rinci keracunan massal di berbagai titik. Namun, ikan laut yang beredar di Jember selama ini sebagian besar berasal dari salah satu sentra ikan laut yang ada di pesisir selatan Jember. "Kita masih lakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari dugaan penyebab keracunan," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Dyah Kusworini secara tertulis.

Dari data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Jember pada Rabu sore, korban terbanyak ada di Kecamatan Ajung, yakni 23 orang. Disusul di Kecamatan Sukorambi sebanyak 15 orang.

"Semuanya di rawat di Puskesmas dan sebagian besar sudah pulang. Kita juga tetapkan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD KLB) keracunan makanan ikan tongkol," lanjut Dyah.

Dinkes Jember juga mengeluarkan himbauan kepada warga untuk berhati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi. Penentuan kesegaran ikan bisa dilihat dari insang yang merwarna merah segara cenderung merah muda, serta tidak kusam kecoklatan dan tidak tertutup lendir. Selain itu, ikan segar juga memiliki mata yang terang dan jernih. Dagingnya juga berwarna terang, kokoh dan agak kenyal. Jika di tekan, akan kembali ke keadaan semula.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP