18.850 Guru Depok Didata untuk Vaksin, Juli Diharap Bisa Belajar Tatap Muka
Merdeka.com - Sebanyak 18.850 tenaga pendidikan di Depok sudah didaftarkan sebagai penerima vaksin Covid-19. Data tersebut telah diserahkan Dinas Pendidikan Kota Depok ke Dinas Kesehatan Kota Depok.
Tenaga pendidik yang didaftarkan oleh Disdik Depok terdiri dari jenjang PAUD hingga SMP. Sedangkan untuk jenjang SMA ada di tingkat provinsi kewenangannya.
"Data guru semua kita sampaikan dari PAUD sampai SMP. Kalau SMA di provinsi. Data sudah disampaikan ke Dinkes, tapi kuota (penerima vaksin) berapa kami belum tahu," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Tamrin, Kamis (25/2).
Pihaknya pun sedang berkoordinasi apakah semua tenaga pendidikan yang didaftarkan tersebut akan divaksinasi semua atau tidak. Karena pihaknya kemarin hanya diminta data saja. "Kita sedang luruskan juga apakah semua guru divaksin dengan vaksin yang tersedia dari pusat, juga belum detail disampaikan oleh Dinkes. Kami cuma diminta data saja," paparnya.
Dari data yang diberikan pihaknya pada Dinkes, jumlah tenaga pendidik di SMP sebanyak 5.206, SKB sebanyak 63, PKBM sebanyak 478, Dinas Pendidikan sebanyak 156, SD sebanyak 8.338 dan PAUD/TK sebanyak 4.609. Jumlah tersebut sudah termasuk tenaga operator, laboran dan pustakawan.
"Data sudah diserahkan ke Dinkes sejak seminggu lalu. Kemarin kita juga dimintakan titik tempatnya. Nanti di mana (pelaksanaan) sedang dirumuskan apakah di sekolah atau di mana, masih belum koordinasi dengan Dinkes," ungkapnya.
Tamrin mengaku belum tahu kapan pelaksanaan vaksinasi. Pihaknya hanya menunggu kebijakan dari dinas terkait saja. "Dari pusat informasinya Rabu kemarin. Tapi sampai saat ini kita (Depok) belum ada pencanangan dimulai," katanya.
Vaksinasi kepada tenaga pendidik ini berkaitan dengan rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di awal tahun ajaran baru pada Juli mendatang. Namun semua itu masih perlu pembahasan lebih dalam.
"Persiapan kita belum sepenuhnya KBM tatap muka karena kita dengan kondisi ruang kelas terbatas. Satu kelas maksimal 20 anak. Kalau kemarin kita simulasi, tatap muka 3 hari dan 2 hari belajar dari rumah (BDR). Kita memperhatikan prokes. Jumlah maksimal anak 20, dan maksimal di sekolah 4 jam. Jadi tidak bisa seminggu tatap muka full," paparnya.
Tamrin menambahkan dengan kondisi Depok saat ini maka KBM tatap muka diyakini terlaksana Juli mendatang. Karena diketahui Depok sudah berubah dari zona merah ke kuning dan orange. Kemudian sudah banyak RT yang masuk dalam zona hijau.
"Tergantung kondisi daerah masing-masing. Juni kami akan rapat dengan satgas dengan kondisi Depok. Kalau dari pusat kembali kondisi daerah seperti apa. Kalau dengan kondisi sekarang, kita dari merah ke orange. Sebaran RT banyaj hijau, saya Berharap Juni membaik dan kita lapor awal ajaran. Dengan kondisi saat ini terus membaik kita berharap bisa tatap muka," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya