18.000 lubang di jalanan Jateng, Ganjar bilang 'Sabar bro'
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah mengungkapkan, curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan jalanan di Jawa Tengah berlubang. Tidak tanggung-tanggung, dari data yang dimilikinya, jumlah lubang di jalanan Jawa Tengah mencapai 18.000.
Ganjar menyebut, jalan yang berlubang dan rusak rata-rata adalah jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU-PERA. Ganjar dan Menteri PU-PERA Basuki Hadimuljono sudah membentuk tim saber lubang yang bertugas menambal jalanan yang berlubang. Targetnya, akhir bulan ini rampung.
"Berapa jumlah lubang di Jawa Tengah? Banyak! Sebut piro jumlahe (Berapa jumlahnya)? Kurang lebih 18.000 (lubang). Alhamdulilah sudah ditembel (ditambal) 8.000 kurangnya 10.000," tegas Ganjar Pranowo saat acara Sarasehan Kyai, Ulama, Habaib Ponpes se-Eks Karisidenan Kedu di Ponpes Al-Iman Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Selasa (21/2).
Lantaran banyaknya lubang di jalanan, Ganjar menyebut dengan 'Jeglongan Sewu'. Lubang-lubang tersebut kebanyakan berada di jalan nasional yang berada di sepanjang Purworejo sampai Kebumen. Dia mengklaim jalan provinsi yang jadi tanggungjawabnya, tidak bermasalah.
"Semarang ada Lawang Sewu. Purworejo sampai Kebumen, Jeglongan Sewu. Mulai keluar Semarang-Salatiga Bagus! Sorry ya jalan provinsi. Tenan, deloko (Sungguh lihat saja). Masuk Magelang ke Purworejo, longsor. Longsor diamini mawon. Sing njeglong pundi (Yang berlubang mana)? Jalan nasional. Terus Pak Gub, Pak Bup nyalahke? Mboten (Nggak)," ucapnya.
Politisi PDIP ini mengaku rela dicaci maki masyarakat Jawa Tengah dan pengguna jalan baik melalui media sosial maupun sms dan kanal pengaduan yang disediakan Pemprov. Sebab, butuh waktu untuk menambal lubang yang terlalu banyak. Dia bergurau dengan menyebut tidak ada Bandung Bondowoso yang bisa menyelesaikan perbaikan jalan dalam semalam.
"Kalau cuma dimaki-maki, dinyek saya terima. Pak Ganjar dalane (jalannya) rusak. Iyo, iyo. Sabar yo wong 18 ewu. Sing iso nyambut sewengi niku (Yang bisa kerja semalaman itu) Bandung Bondowoso. Kulo goleki ora ketemu (Saya cari tidak ketemu). Lungo (Pergi) tiga tahun, tiga lebaran," ungkapnya.

Ganjar menjelaskan, karena banyak lubang di jalan nasional maka proses perbaikannya butuh proses. Dia mengaku telah melakukan koordinasi secara langsung dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak.
"Saya ikhlas dimarahi rakyat. Saya sampaikan ke rakyat, itu jalan nasional. Saya nggak urusan. Wuih galak ough. Ketok ra tau mondok. Sabar bro. Saya rembukan, saya sampaikan ke pak menteri. Saya telepon," ujarnya.
Ganjar berhatap masyarakat bisa bersabar dan memahami situasi, status maupun kewenangan untuk perbaiki jalan yang rusak. Ada jalan yang memang tanggung jawab Kabupaten/Kota, ada jalan yang di bawah kewenangan provinsi, dan ada jalan yang berstatus jalan nasional.
"(Ibaratnya) Ya kalau keluarga kita sakit jangan dibawa kantor pos. Bawa ke rumah sakit. Ke puskesmas," ungkapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya