18 Orang ditangkap terkait rusuh di Kalimantan Utara
Merdeka.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menangkap 18 orang terkait, perusakan dan pembakaran kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) di Bulungan, Sabtu (19/12).
"Saat ini kita sudah menangkap 18 orang terkait perusakan dan dan pembakaran ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltara," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan, seperti dilansir dari Antara, Minggu (20/12).
Mereka yang ditangkap dan diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bulungan. Polisi ingin mengetahui siapa memerintahkan pembakaran.
"Kita akan memilah-milah dulu siapa saja yang melakukan perusakan dan pembakaran. Dan kemungkinan jumlah yang diamankan akan bertambah," kata Fajar.
Perusakan dan pembakaran ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltara oleh massa, yang tidak puas dengan hasil Pilkada Kaltara yang dilaksanakan pada 9 Desember 2015.
"Sampai saat ini suasana di Bulungan sudah dapat dikendalikan dan dalam keadaan kondusif," ujar Fajar.
Tuntutan pendemo dari pasangan kandidat dalam Pilkada, yakni Jusuf SK- Marthin Bila, terkait dugaan praktik politik uang oleh pihak Irianto Lambrie-Udin Hianggio. Mereka juga menganggap KPU melakukan pembiaran terhadap golput yang cukup tinggi, yakni 66 persen.
Dari perhitungan cepat, pasangan calon gubernur nomor 2, Irianto Lambrie-Udin Hianggio, mengungguli calon lainnya. Berdasarkan rekapitulasi penghitungan cepat dilakukan kubu tim pasangan tersebut, perolehan suara Irianto-Udin mencapai 53,67 persen suara. Sementara, kubu pasangan Jusuf Serang Kasim-Marthin Billa mengumpulkan 45,86 persen suara. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya