Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

17 Santri di Depok Terpapar Covid-19, Ponpes Telusuri Sumber Penularan

17 Santri di Depok Terpapar Covid-19, Ponpes Telusuri Sumber Penularan Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Selain satu siswa SMPN 10 Depok yang diketahui terpapar Covid-19, kini ditemukan belasan santri yang juga terpapar. Mereka adalah santri Pondok Pesantren Babusalam yang ada di Cimanggis, Depok.

Temuan itu diketahui pekan lalu dan baru dilaporkan pada Sabtu (16/10). Saat ini belasan santri itu sudah diisolasi agar tidak menular ke yang lain.

"Itu pekan lalu, kalau enggak salah hari Sabtu. Ya itu kan awalnya informasinya setelah ditemukan ada kasus, tim kami para penyuluh datang ke sana, Alhamdulillah enggak ada masalah sudah tertangani untuk isolasi," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi, Kamis (21/10).

Gerak cepat dilakukan dengan tracing terhadap mereka yang kontak erat. Hanya saja, soal penutupan pondok pesantren tergantung pada pimpinan pondok pesantren.

"Gini, kalau kebijakan ditutup atau tidak itu kan pesantren beda ya lembaga pendidikannya. Kalau pesantren kan semuanya tergantung pada pimpinannya, tapi kita pemerintah menyarankan agar yang terpapar untuk diisolasi mandiri di suatu tempat, kemudian yang kira kira agak parah bisa dibawa ke rumah sakit," ujar Asnawi.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam pada Kecamatan Cimanggis, Abdul Hajar mengatakan 17 santri itu saat ini menjalani isolasi mandiri di salah satu lantai pondok pesantren. Mereka dipisahkan dari santri lain. Mereka masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Sudah ditangani, di tes di sana, dan saat ini sedang isoman di sana. Alhamdulilah hanya 17 orang, tapi kondisinya sehat, OTG dan harus isolasi mandiri 14 hari," kata Hajar.

Belasan santri yang terpapar itu diketahui mengalami gejala demam. Soal sumber terpaparnya, pihaknya mengaku belum tahu. Yang dilakukan pengelola ponpes saat ini memperketat protokol kesehatan dalam ponpes.

"Iya karena lingkungan pesantren ini, setelah peristiwa ini diperketat, hanya betul-betul sehat yang boleh. Vaksin juga sudah berjalan, santri dan guru. Sepertinya belum (disuntik vaksin)," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP