17 Kecelakaan Terjadi di Sumsel Selama Mudik 2019, 9 Orang Tewas
Merdeka.com - Selama musim mudik dan balik Idul Fitri 2019, terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera Selatan sebanyak 17 kasus. Lakalantas itu menyebabkan sembilan orang meninggal dunia.
Direktur Lantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro mengungkapkan, angka lakalantas meningkat enam persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang berjumlah 16 kasus. Sedangkan korban jiwa cenderung menurun 27 persen dari tahun 2018 berjumlah 15 orang.
"Ada penurunan angka kecelakaan selama mudik dan balik lebaran tahun ini. Untuk korban jiwa meningkat tapi tidak signifikan," ungkap Dwi, Kamis (13/6).
Dia menilai, penurunan lakalantas karena kelancaran lalu lintas sejak jalur fungsional tol Trans Sumatera dari Simpang Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang dibuka. Lakalantas cenderung terjadi karena kesalahan pengemudi, seperti mengantuk, terlalu mengebut, melanggar rambu dan menggunakan kendaraan yang tak siap pakai.
"Pada umumnya karena kesalahan manusia, mayoritas mengantuk dan ngebut," ujarnya.
Dia menjelaskan, kendaraan yang menggunakan tol fungsional di Sumsel tercatat 30 ribu unit selama arus mudik dengan rincian rata-rata 4.500 hingga 7.500 kendaraan per hari. Sedangkan pada arus balik hingga 11 Juni 2019 tercatat 20 ribu kendaraan.
"Kemungkinan masih banyak pemudik yang belum balik, tapi tidak bisa lagi melewati tol fungsional karena sejak hari ini ditutup untuk melanjutkan pembangunan," kata dia.
Dari pantauan di lapangan, ada beberapa titik kemacetan selama mudik dan balik lebaran. Di antaranya di Pasar Indralaya, Palembang, Betung dan Musi Banyuasin.
"Kemacetan terjadi pada H-1 sampai H-3 lebaran, tapi tidak terlalu parah, tidak sampai berjam-jam," pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya