15 Pasar di Solo rawan macet saat Lebaran
Merdeka.com - 15 Pasar di Kota Solo berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2018. Belasan pasar tradisional tersebut diprediksi akan meluber atau menjadi pasar tumpah saat menjelang dan sesudah hari raya.
Dinas Perdagangan Kota Solo telah memetakan kelimabelas tersebut. Para pengguna jalan atau pemudik diminta untuk berhati-hati jika melintas di wilayah tersebut.
"Kami perkirakan aktivitas pasar tumpah terjadi pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Seluruh lurah pasar, terutama yang lokasinya rawan jadi pasar tumpah akan kita kumpulkan.Kami akan beri pengarahan untuk antisipasi pasar tumpah," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, Rabu (30/5).
Menurut Subagiyo, keberadaan pasar tumpah selalu muncul seiring momen Hari Raya Idul Fitri. Pada saat tersebut jumlah pedagang dadakan akan melonjak hingga ratusan orang di hampir seluruh pasar tradisional.
Belasan pasar yang diprediksi berpotensi menjadi pasar tumpah diantaranya, Pasar Gede, Pasar Darurat Klewer di Alun-alun Utara (Alut), Pasar Singosaren, Pasar Kadipolo, Pasar Jongke, Pasar Nusukan, Pasar Legi, Pasar Joglo dan Pasar Kleco. Pihaknya akan mewaspadai pasar-pasar tersebut lantaran rawan terjadi penumpukan parkir.
"Kalau pasar sudah ramai, pengunjung sering parkir dadakan di badan jalan," katanya.
Untuk meminimalkan kemacetan yang kemungkinan ditimbulkan aktivitas pasar tumpah, Subagiyo mengaku sudah menyiapkan sejumlah antisipasi. Diantaranya dengan memasukkan pedagang dadakan ke dalam pasar terdekat. Jika lahan yang tersisa tidak memungkinkan, pihaknya akan menempatkan mereka di trotoar.
"Dengan demikian tak ada lagi pedagang oprokan yang menggelar dagangan hingga ke badan jalan. Kita prediksikan puncak pasar tumpah biasanya terjadi pada H-3 Lebaran. Pedagang ini beroperasi mulai pukul 05.00 WIB – pukul 10.00 WIB," jelasnya.
Lebih lanjut Subagiyo mengemukakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Satpol PP dan Linmas serta Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengawasi dan menertibkan pedagang musiman tersebut. Antisipasi pasar tumpah akan diwaspadai mulai mulai H-7 Lebaran.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Hari Prihatno mengungkapkan, berbagai skenario mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan telah disiapkan. Salah satunya memasang rambu-rambu lalu lintas, meningkatkan kinerja tim rambu untuk siaga 24 jam dan lain sebagainya.
"Sebagai antisipasi kita juga menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan pada beban puncak arus mudik maupun balik Lebaran. Kita siapkan kantong-kantong parkir, jalur alternatif serta membatasi kendaraan berat melintas di dalam kota," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya