Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

1.300 Napi Lapas Kerobokan Jalani Rapid Test, 633 Orang Reaktif Covid-19

1.300 Napi Lapas Kerobokan Jalani Rapid Test, 633 Orang Reaktif Covid-19 Rapit test di BSD City. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sebanyak 633 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Kerobokan, Denpasar, Bali dinyatakan reaktif Covid-19. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan rapid test massal pada sebanyak 1.300 tahanan selama tiga hari, mulai Senin (19/10) hingga Rabu (21/10).

"Iya, ada sekitar segitu yang reaktif. Tapi belum diswab semua," kata Kalapas Kelas ll A Kerobokan Yulius Sahruzah saat dihubungi, Kamis (22/10).

Tahap pertama, tahanan yang dites swab baru sebanyak 120 orang pada Rabu (21/10) kemarin. Seluruh napi yang reaktif akan dilakukan tes swab secara bertahap berkerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

"Hasilnya belum keluar, kalau swab itu biasanya nunggu berapa hari. Tapi mereka kondisinya sehat semua tidak ada yang demam," terangnya.

Dia mengatakan tahanan yang reaktif sudah dipisahkan dengan yang non-reaktif dan ditempatkan di ruangan yang berbeda. Selain itu, untuk pengunjung atau keluarga tidak boleh menjenguk, tetapi untuk kiriman makanan masih diberlakukan.

"Karena memang kalau di Lapas kapasitas 323 diisi 1.300 itu luar biasa dan penanganan iya harus luar biasa. Sudah lama sejak bulan 3 sudah tidak ada lagi kunjungan tapi kiriman tetap kita lakukan," ujarnya.

"Semoga warga binaan ini baik-baik saja, bukan karena terjangkit gara-gara corona, hanya karena mereka kurang tidur atau pola kehidupan yang di dalam stress itu, bisa jadi yang mengakibatkan reaktif ini. Mudah-mudahan bukan corona tapi ini hanya indikasi," ujar Sahruzah.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP