Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

12 Perempuan Tewas saat Menambang Emas, Ini Respons Bupati Mandailing Natal

12 Perempuan Tewas saat Menambang Emas, Ini Respons Bupati Mandailing Natal ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Mandailing Natal Jafar Sukhairi Nasution angkat bicara terkait peristiwa nahas yang menewaskan 12 penambang perempuan di Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Belasan penambang itu tewas tertimpa longsoran dari tambang emas tanpa izin.

Sukhairi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal sudah berulang kali meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena sangat berbahaya bagi nyawa dan lingkungan.

"Sudah beberapa kali Pemkab Mandailing Natal menyampaikan, bahkan saya langsung mengimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan tambang tanpa izin. Sebab kegiatan tersebut sangat berdampak dan berisiko," katanya saat melayat ke rumah salah seorang korban di Desa Simpang Bajole, Jumat (29/4).

Dipicu Masalah Ekonomi

Sukhairi pun menyayangkan masih maraknya tambang emas liar di Mandailing Natal. Dia menduga hal tersebut sangat berkaitan dengan desakan ekonomi.

"Namun, karena ekonomi banyak masyarakat masih melakukan aktivitas tersebut,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, tambang emas konvensional di Desa Bandar Limabung, memakan korban. Tidak tanggung-tanggung, 12 penambang perempuan tewas saat mencari butiran emas di lokasi tambang tersebut, Kamis (28/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP