Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

12 Marinir ditahan terkait pemukulan wartawan

12 Marinir ditahan terkait pemukulan wartawan TNI. merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - TNI AL membenarkan adanya insiden pemukulan yang dilakukan oleh Marinir kepada sejumlah wartawan dan warga di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat. Akibat insiden tersebut, 12 anggota Marinir ditahan langsung oleh POM TNI AL Lantamal II Padang.

"Intinya berita itu benar, kejadian sekitar pukul 14.00-15.00 WIB kemarin sore. Yang pasti indikasi pemukulan awal cukup kuat, sehingga langsung kami menahan 12 Marinir yang terlibat," ujar Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (30/5).

Menurut Untung tindakan pemukulan yang dilakukan 12 marinir tersebut melanggar disiplin. Namun Untung belum bisa memastikan sanksi apa yang akan dikenakan kepada 12 anggota pasukan elit itu.

"Wartawan yang terkena pemukulan sudah dikumpulkan, komandan juga sudah minta maaf kepada warga dan wartawan atas kejadian yang meresahkan ini. Kejadian ini juga termasuk meresahkan angkatan, sanksi sudah pasti tapi kita tunggu proses dulu," imbuhnya.

Belasan anggota Marinir TNI AL ngamuk saat warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat dibongkar Satpol PP. Wartawan yang sedang meliput menjadi sasaran kemarahan mereka. Tiga wartawan terluka akibat dianiaya.

Saat Satpol PP bersama warga melakukan pembongkaran, para Marinir berpakaian bebas dan preman sudah berada di lokasi. Tiba-tiba saja para Marinir langsung menyerang para wartawan. Mereka merebut paksa kamera, memori dan kaset, kemudian dihancurkan.

Diduga pemilik warung remang-remang yang beralih fungsi jadi tempat prostitusi itu mengalirkan uang pelicin ke anggota Marinir untuk menjadi beking. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP