Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

1.172 PDP di Riau Sembuh dan 30 Ribu Lebih ODP Selesai Pemantauan

1.172 PDP di Riau Sembuh dan 30 Ribu Lebih ODP Selesai Pemantauan Ilustrasi. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Juru Bicara Bicara Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau, Indra Yovi menyebutkan ada 183 Pasien Dalam Perawatan (PDP) virus corona yang masih dirawat. Sedangkan sebanyak 1.172 PDP sudah sembuh dan hasil swab negatif corona.

"1.172 PDP sudah sembuh dan pulang ke rumah masing-masing. Dan 30.430 ODP (Orang Dalam Pemantauan (ODP) sudah selesai dipantau. Namun masih ada 11.884 ODP yang dipantau," ujar Yovi di Pekanbaru, Selasa (21/4).

Yovi menyebutkan, jumlah pasien terjangkit virus corona di Riau bertambah 1. Sehingga jumlahnya menjadi 35 orang pasien.

Penambahan baru itu adalah NU (37) yang merupakan warga Kota Dumai. Dia sempat berkontak dengan pasien ME (44) yang juga telah positif terjangkit corona.

"Mereka bukan satu keluarga, NU hanya sempat melakukan kegiatan bersama (rapat)," katanya.

Saat ini NU telah diisolasi di salah satu rumah sakit di Kota Dumai. "Selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi Riau akan melakukan tracing kontak dari pasien NU (37)," jelasnya.

Di Provinsi Riau terdapat 35 kasus positif dengan rincian 22 dirawat, 9 sehat dan sudah dipulangkan, sementara 4 meninggal dunia.

Terpisah, Gubernur Riau Syamsuar meminta bantuan sejumlah paguyuban perantau yang ada di setiap kabupaten untuk mengajak masyarakat agar tidak mudik saat Lebaran di masa wabah Covid-19.

"Setelah diumumkan secara resmi, saya langsung minta bantuan tokoh paguyuban masyarakat, ada tokoh Nias, Batak, tokoh Jawa, tokoh Sunda, tokoh Minang. Saya minta dari berbagai paguyuban ini agar bisa mengimbau bagi saudaranya agar tahun ini berlebaran di Riau saja," ujar Syamsuar, Selasa (21/4).

Menurut Syamsuar, sebagian besar masyarakat di Riau merupakan perantauan dari berbagai daerah. Setiap tahun, memang perantau senantiasa melakukan mudik saat Idul Fitri.

Bukan tanpa sebab, di Riau kini sudah ada daerah dengan penyebaran Covid-19 sangat cepat, yaitu Kota Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Kampar. Bahkan di Pekanbaru sudah dinyatakan sebagai daerah zona merah Covid-19, dan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 17 April 2020.

"Jadi (semua) warga Pekanbaru itu statusnya ODP corona. Kalau balik kampung, ya status ODP, harus diisolasi 14 hari, baru boleh nanti bersatu dengan keluarga," katanya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP