1.165 Rumah Terdampak Banjir di Pandeglang Banten
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.165 KK dan 1.165 rumah terdampak banjir di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Banjir terjadi sejak Selasa (1/3) pagi, pascahujan dengan intensitas tinggi.
"Sebagian warga terdampak mengungsi pada posko pengungsian yang telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu (2/3).
Abdul mengatakan, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah Pandeglang pada Selasa (1/3) malam. Namun, debit air yang menggenangi rumah warga menurun.
Laporan BPBD Kabupaten Pandeglang, tercatat 16 desa terdampak banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 50 hingga 150 sentimeter. Desa terdampak yaitu, Desa Kalanganyar dan Desa Teluk di Kecamatan Labuan, Desa Citeureup di Kecamatan Panimbang, Desa Taruma Nagara, Desa Banyuasih dan Desa Sinarjaya di Kecamatan Cigeulis.
Kemudian Desa Margagiri dan Desa Bulagor di Kecamatan Pagelaran, Desa Ramea di Kecamatan Mandalawangi, Desa Ciherang di Kecamatan Picung, Desa Kubangkondang dan Desa Cibarani di Kecamatan Cisata, Desa Surianeun dan Desa Cimoyan di Kecamatan Patia, Desa Cirata di Kecamatan Carita dan Desa Kanduengang di Kecamatan Cadasari.
BPBD dan Tim Gabungan terus melakukan evakuasi, kaji cepat, dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan baik.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang untuk wilayah Kabupaten Pandeglang pada Rabu (2/3) dan Kamis (3/3). Selain itu, ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Banten.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya