113 Tahun Soekarno, kini dijadikan model 2 capres
Merdeka.com - Guruh Soekarnoputra menggelar acara peringatan 113 tahun kelahiran mantan Presiden RI Soekarno di kediamannya Jalan Sriwijaya No 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/6), malam. Dari kediamannya, nampak sejumlah foto sang proklamator masih menghiasi kediaman Guruh.
Tak ada yang istimewa dalam perayaan acara itu, hanya ada pengajian dan diiringi marawis saja. Beberapa ulama yang hadir serta tamu undang pun turut mendoakan Soekarno .
Guruh mengatakan sebagai umat muslim, harus dapat berpikir cerdas dalam mempelajari ajaran islam bukan kebudayaan Arab. Sebab, Islam saat ini dipahami sebagai komoditas politik.
"Ketika momentum Pemilu tiba, lalu banyak orang memperebutkan komunitas keagamaan untuk dijadikan pendulang suara. Jika islam hanya dipahami seperti ini maka kita sebagai bangsa berarti hanya mengambil 'abunya' dan bukan 'apinya'," ujar Guruh yang mengenakan pakaian koko putih itu.
Adik kandung Megawati itu menyindir fenomena negara ini yang masih diwarnai politik transaksional, elite politik yang korupsi dan penegak hukum yang hanya tajam dibawah dan tumpul di atas. Oleh karena itu, dia pun meminta kepada capres-cawapres terpilih sebagai presiden agar dapat melanjutkan pemikiran Soekarno .
"Gagasan revolusi yang pernah diidam-idamkan Bung Karno pada masa lalu mesti kita lanjutkan. Pada prinsipnya, kita jangan sampai melupakan perjuangan dan pemikiran beliau yang revolusioner," imbuhnya.
Kendati demikian, mengingat tahun ini pemilihan presiden kurang dari sebulan. Lantas kedua kandidat capres-cawapres Prabowo - Hatta dan Jokowi - JK menirukan model dan gaya Soekarno .
Seperti Prabowo Subianto, menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk gaya dan cara orasi politik yang identik dengan presiden pertama.
"Prabowo ingin mencitrakan bahwa dia pemimpin besar, megah. Dan kita dulu kan pernah mengangkat bahwa bapak Proklamator Soekarno itu pemimpin megah. Bajunya, pecinya. Prabowo itu hanya meminjam karismatik Soekarno ," kata Hamdi usai diskusi politik di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Kamis (5/6).
Sementara itu Joko Widodo, menurut politisi PKS Fahri Hamzah sosok capres Jokowi yang menjual jiwa kerakyatan, namun kenyataannya semua palsu dan hanya pencitraan. Meski begitu, anggota DPR ini menantang kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri apakah Jokowi mirip dengan Soekarno atau sebaliknya.
"Karena ada figur lain yang seolah dekat merakyat, tetapi justru jika kita semakin mendekat makn nampak bahwa dia ( Jokowi ) palsu. Sekali lagi, 'kita' dalam definisi itu adalah kita yang jujur dan lurus, bukan penipu bertopeng," tulis Fahri dalam akun twitternya @Fahrihamzah seperti dikutip merdeka.com, Jumat (30/5).
Dari pernyataan itu semua, lantas apakah kandidat capres dan cawapres Prabowo - Hatta dan Jokowi - JK memakai model Soekarno hanya untuk mendulang suara?
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya