11 Hektare lahan untuk Depo LRT Bekasi Timur belum dibebaskan
Merdeka.com - Lahan seluas 11 hektare yang bakal dibangun depo kereta LRT di stasiun Bekasi Timur belum dibebaskan. Pemilik proyek tersebut, PT Adhi Karya, menargetkan proses pembebasan lahan rampung pada Maret 2018 mendatang.
Pejabat Pembuat Komitmen proyek LRT, Jumardi, mengatakan lahan seluas itu bagian dari 14 hektare kebutuhan lahan yang harus dibeli dari warga. Adapun total kebutuhan lahan LRT Bekasi Timur-Cawang dan Cibubur-Dukuh Atas mencapai 60 hektare.
"Sebagian besar lahan milik pemerintah di pinggir jalan Tol, hanya 14 hektare milik swasta yang terkena proyek LRT," kata Jumardi yang juga pejabat di Kementerian Perhubungan di sela diskusi dengan tema "LRT dan Masa Depan Bekasi" di Universitas Islam '45 Bekasi, Selasa (5/12).
Jumardi mengatakan, untuk 11 hektare lahan milik warga ditargetkan Maret 2018 mendatang rampung dibebaskan. Sebab, BPN membutuhkan waktu sekitar 5-6 bulan untuk memproses pembebasan lahan tersebut. Sedangkan, sisanya 3 hektare yang berada di spot-spot antara Cibubur, Bekasi, dan Jakarta ditargetkan rampung pada Januari mendatang.
"Yang 3 hektar sudah dipakai oleh PT Adhi Karya, meski belum dibayar. Tapi, sudah dibuat kesepakatan dengan pemilik lahan terkait penggunaan lahan itu," katanya.
Jumardi mengatakan, untuk membebaskan lahan seluas 14 hektare tersebut, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 1,6 triliun dari APBN. Diharapkan, proses pembebasan berjalan lancar, mengingat LRT merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan percepatan sesuai dengan Peraturan Presiden.
Data dari PT Adhi Karya, progres pembangunan fisik LRT lintas Cawang-Bekasi Timur mencapai 26,360 persen, lintas Cawang-Cibubur 44,685 persen, dan lintasan Cawang-Dukuh Atas mencapai 11,458 persen. Sehingga, total progres tahap I mencapai 25,212 persen. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir Mei 2019.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya