Seribu personel TNI ditambah buru Santoso di Poso
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pihak kepolisian masih terus memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Target utama dalam operasi ini bukan lain adalah Santoso yang merupakan ketua dari kelompok radikal di Poso, Sulawesi Tengah, itu.
"Santoso kita masih pengejaran. Operasi sudah berjalan, ada 4 tertangkap, 1 meninggal dunia 3 hidup," kata Badrodin usai menggelar acara Rapim di PTIK, Jakarta, Selasa (26/1).
Badrodin menuturkan pada operasi ini ada penambahan 1.000 personel dari pihak TNI. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan pihak Polri-TNI menindak tegas aksi terorisme di Indonesia.
"Kemarin juga ada penguatan dari TNI, kalau enggak salah 1.000 personel. Kita lakukan upaya penindakan," tegasnya.
Disinggung apakah penangkapan salah satu terduga teroris di Bekasi berkaitan dengan kelompok Santoso, Badrodin membantahnya. Mantan Wakapolri ini menyebut jika terduga teroris yang ditangkap pada Jumat (22/1) lalu berkaitan dengan kelompok Hendro.
"Yang Bekasi tidak ada kaitannya dengan Santoso. Ada kaitannya dengan kelompoknya Hendro," pungkas Badrodin.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya