10 WNI yang bebas senang ada orang berbahasa Indonesia & nasi goreng
Merdeka.com - Wakil Kepala RSPAD Kolonel Ckm dr Bambang Dwi HS Sp B mengatakan saat 10 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang disekap kelompok militan Filipina Abu Sayyaf saat dibebaskan saat senang. Apalagi, begitu mendengar orang berbicara bahasa Indonesia dan nasi goreng, kesepuluh ABK tersebut langsung merespons dan tidak ada trauma.
"Tidak ada masalah atau trauma, setelah dengar suara orang ngomong bahasa Indonesia dan ngomong nasi goreng langsung bisa respons," ucap dr Bambang Dwi HS kepada awak media di ruangan Medical Check Up RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (2/5).
Dilanjutkannya, bahwa secara fisik kesepuluh ABK tersebut dalam kondisi sehat dan sangat prima. Sehingga memudahkan tim dokter dalam pengecekan kesehatan 10 ABK tersebut.
"Secara fisik maupun penunjang 10 ABK kita dalam kondisi sehat walafiat. Alhamdulillah kondisinya sangat prima sekali, kemudian hasil tim dokter kesehatan jiwa juga menyampaikan 10 kesehatan jiwa ABK dalam kondisi stabil dan tidak ada gangguan apapun," terangnya.
Seperti diketahui, 10 Warga negara Indonesia (WNI) telah dilepaskan oleh kelompok Abu Sayyaf setelah lebih dari sebulan akhirnya tiba dengan selamat di Base ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Mereka datang sekitar pukul 23.28 WIB. Mereka terbang dari Balikpapan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat jet berlogo Victory News. Pesawat itu khusus tim kemanusiaan Surya Paloh di bawah pimpinan Victor B Laiskodat.
Setelah turun dari pesawat, 10 WNI langsung disambut dan bersalaman oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mensesneg, Pratikno dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Lalu, mereka langsung diarahkan masuk ke mobil Hiace.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya