Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

10 WNI disandera, Kapolri sebut RI tak mungkin operasi di Filipina

10 WNI disandera, Kapolri sebut RI tak mungkin operasi di Filipina Badrodin Haiti. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kelompok militan Abu Sayyaf masih menyandera 10 warga negara Indonesia (WNI) di Filipina. Berbagai macam upaya untuk membebaskan ke sepuluh WNI itu pun terus dilakukan, termasuk berdialog dengan pemerintahan setempat.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyebut jika 10 WNI itu masih ada di wilayah Filipina. Diakui Badrodin, pihaknya sulit melakukan operasi pembebasan 10 WNI tersebut. Sebabnya, konstitusi di Filipina melarang kekuatan militer asing melakukan operasi di negaranya.

"Sehingga tidak mungkin kita melakukan operasi di sana," kata Badrodin di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/4).

Kendati begitu, Badrodin menyatakan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak Filipina untuk membebaskan para sandera tersebut. Menurut Badrodin, segala macam upaya akan dilakukan Polri atau pemerintah untuk menyelamatkan 10 WNI itu.

"Nah kami harapkan Filipina (terus berupaya), tetapi yang pesan kami paling utama bagaimana sandera selamat. Kami prioritas pada penyelamatan (sandera)," pungkas Badrodin.

Sebelumnya, sepuluh WNI awak kapal pandhu brahma 12 disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf di perairan Filipina. Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp 14,2 miliar dengan tenggat waktu pada 31 Maret 2016. Namun, tenggat waktu itu diperpanjang sampai 8 April 2016.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP