10 Orang masih buron kasus perusakan & pembakaran Gedung DPRD Gowa
Merdeka.com - Polisi masih mengejar 10 orang terkait kasus perusakan dan pembakaran Gedung DPRD Gowa. Dari jumlah itu, kepolisian meyakini terdapat otak pelaku insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Frans Barung Mangera menyebut, para buron tersebut bertindak mengarahkan untuk lakukan perusakan.
"Di antara 10 orang lebih yang buron itu ada otak kejadian itu. Dia ada di lokasi kejadian yang mengarahkan dan memerintah dengan cara menunjuk-nunjuk mana yang harus dibakar. Aksi itu jelas terlihat di CCTV dan juga dari Youtube yang turut kita pelajari," kata Frans Barung Mangera di Makassar, Rabu (28/9).
Sementara, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Dwi Priyatno memerintahkan Kapolda Sulsel, Irjen Anton Charliyan, segera melakukan antisipasi. Ini perlu dilakukan agar tidak ada kerusuhan susulan.
"Kapolda harus bisa melokalisir jangan sampai ada kejadian susulan. Semua harus berusaha bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan baik, bagaimana mendinginkan situasi sehingga tidak ada yang memprovokasi sehingga bisa diantisipasi," ujar Dwi Priyatno.
Dwi meyakini bahwa jajarannya telah mengantisipasi kejadian perusakan dan pembakaran di DPRD Gowa. Namun, peristiwa itu memang terjadi begitu cepat dilakukan sejumlah masyarakat.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya