10 Kasus Varian Delta Ditemukan di Depok
Merdeka.com - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok mengumumkan ada 10 kasus varian Delta yang ditemukan di Depok. Hal itu berdasarkan pemeriksaan Laboratoriun Whole Genome Sequancing (WGS) di Laboratorium LIPI.
"Dari 10 specimen warga Depok yang dilakukan pemeriksaan dengan hasilnya positif Covid varian Delta B.1.617.2," tulis Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan resminya, Senin (5/7).
Adapun kriteria specimen yang dikirimkan berasal dari pasien terkonfirmasi dengan hasil CT di bawah 30. Serta memiliki beberapa kriteria yaitu penularan cepat di masyarakat/ lokal tertentu. Kemudian orang yang baru mendarat dari negara asing, mulai mengingfeksi kelompok yang sebelumnya tidan rentan (anak-anak).
"Orang sudah divaksin tapi terinfeksi. Penyintas terinfeksi kembali dan kematian dengan komorbid penyakit menular lain (HIV, TB dan lainnya)," ungkapnya.
Disebutkan bahwa peningkatan kasus di Depok dalam tiga pekan terakhir sangat tinggi. Dengan positivity rate 42,23 persen. "Terdampak pada tingkat keterisian tempat tidur ICU dan isolasi di rumah sakit hingga di atas 95 persen," tukasnya.
Oleh karena itu dia meminta agar warga diminta untuk menghindari makan bersama. Kemudian juga memperketat protokol kesehatan 5M yang wajib dilakukan.
"Seluruh warga Kota Depok untuk lebih meningkatkan kewaspadaan diri dalam menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat, di antaranya menerapkan 6M," ungkapnya.
Warga diminta menggunakan masker dua lapis. Kemudian juga warga diminta betul-betul mematuhi aturan PPKM Darurat.
"Mengingat tingkat penularan Covid-19 varian Delta B.1.617.2 sangat cepat dan menghasilkan penyakit berat serta membutuhkan hospitalisasi atau tindakan penanganan lebih tinggi," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya