10 Hari tak turun hujan, titik api di Riau bertambah banyak
Merdeka.com - Setelah 10 hari tidak turun hujan, hampir di seluruh wilayah Riau, kondisi tanahnya menjadi kering. Tak hanya itu, cuaca panas, sumber air menipis serta titik api semakin meningkat dari sebelumnya.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan satelit Modis memantau 207 titik api di Sumatera, di mana 71 titik api berada di Riau.
"Di kabupaten Pelalawan 24 titik api, Rokan Hilir 18 titik, Bengkalis 9 titik, Inhil 6 titik, Dumai 5 titik, Siak 3 titik, Inhu 3 titik, di Kuansing, Meranti, Kampar masing-masing 1 titik api," kata Sutopo, Minggu (28/6).
Menurut Sutopo, secara keseluruhan luas lahan yang terbakar di Riau sebanyak 142 hektar. Petugas gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan relawan telah berhasil memadamkan 69 hektar, sedangkan 73 hektar belum dapat dipadamkan. Penyebab kebakaran adalah dibakar untuk pembersihan dan pembukaan lahan.
"Hujan buatan yang dilakukan BPPT bersama BNPB dan TNI AU sejak Senin (22/6), hingga sekarang mengalami kendala tidak tersedianya awan-awan potensial di atmosfer yang layak untuk disemai dengan bahan NaCl. Pada Jumat (26/6), dan Sabtu (27/6), tidak dilakukan penerbangan menyemai awan," jelas Sutopo.
Lanjut dia, hingga hari keenam pelaksanaan hujan buatan baru dilakukan 4 kali penerbangan dengan menebarkan 9,2 ton bahan NaCl dengan pesawat terbang CN 295 TNI AU di ketinggian 11.000 - 13.000 kaki di wilayah Riau.
"Berdasarkan pola titik api tahun 2006-2014 di Sumatera-Kalimantan, jumlah titik api akan terus meningkat hingga Oktober mendatang. Puncak titik api pada September. Semua unsur baik pemerintah, Pemda, dunia usaha dan masyarakat untuk selalu mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan," pungkas Sutopo. (mdk/efd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya