10 Desa di Purbalingga darurat gizi buruk
Merdeka.com - Stunting, masalah kurang gizi akibat pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, menjadi persoalan di 10 desa di Purbalingga. Di antara 11 Kabupaten di Jawa Tengah, Purbalingga berada di peringkat 3 persoalan stunting setelah Kabupaten Brebes dan Pemalang.
Sepuluh desa prioritas penanggulangan stunting, antara lain Pelumutan Kecamatan Kemangkon, Cilapar Kecamatan Kaligondang, Brecek dan Sempor Lor Kecamatan Kalikajar.
"Wilayah terbanyak stunting ada 3 desa di wilayah Kecamatan Mrebet dan 3 desa di Kecamatan Padamara," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono, Jumat (16/3).
Hanung menjelaskan persoalan stunting atau pertumbuhan tidak maksimal pada anak disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Stunting, terjadi sejak dalam kandungan dan akan muncul saat anak berusia dua tahun.
Persoalan stunting yang terjadi, indikatornya mengacu pada berat badan yang berbanding terbalik dengan usia. Stunting menyebabkan tumbuh kembang seseorang tidak sesuai dengan orang-orang seusianya.
"Tidak sekedar itu, stunting juga dapat mengakibatkan seseorang mudah sakit, berkurangnya kognitif, fungsi tubuh tidak seimbang dan postur tubuh tidak maksimal saat dewasa," ujar Hanung.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya