'Personel TNI bakar Mapolres OKU karena komunikasi buruk'
Merdeka.com - Aksi brutal puluhan personel TNI dengan membakar Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, membuat banyak kalangan prihatin. Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy menilai, peristiwa itu terjadi akibat tidak adanya komunikasi yang baik di tingkat bawah TNI dan Kepolisian.
"Harusnya tidak diselenggarakan secara massal, pihak polisi dan TNI harusnya ada komunikasi dari tingkat atas sampai tingkat bawah," kata Tjatur di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (07/03).
Tjatur mengakui, pembakaran Mapolres OKU yang dilakukan oleh anggota TNI dipicu karena adanya ketidakpuasan dari anggota TNI atas kasus penembakan terhadap salah seorang personel TNI bernama Pratu Heru Oktavianus.
"Kapolresnya mau menjelaskan, tapi teman-teman TNI marah dan ada sembilan orang luka-luka dari pihak polisi," tandasnya.
Puluhan personel TNI pagi tadi membakar Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Akibat aksi brutal itu, tiga anggota Polres Ogan Komering Ulu mengalami luka akibat ditusuk dengan senjata tajam oleh personel Satuan Armed (Artileri Medan) TNI.
Aksi brutal personel TNI itu dipicu atas penembakan yang dilakukan polisi kepada Pratu Hery karena melanggar lalu lintas. Saat itu, terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan Pratu Hery yang tak berhenti saat diberhentikan polisi karena melanggar lalu lintas.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya