Untung Pakai QRIS, UMKM Tak Bingung Duit Kembalian dan Terima Uang Palsu
Merdeka.com - Perkembangan teknologi membuat kehidupan semakin mudah dan praktis. Tak hanya itu, aspek keamanan juga semakin meningkat berkat kecanggihan perangkat.
Terlebih bagi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat terbantu berkat kecanggihan teknologi. Salah satunya lewat sistem pembayaran digital yakni QRIS.
Marketing Manager Rolupat, Sanny Lie menyebut, pihaknya sangat terbantu dengan kehadiran QRIS. Terutama saat pandemi Covid-19 hadir Indonesia.
"Lebih praktis ya pakai QRIS apalagi waktu pandemi. Tidak perlu bersentuhan baik dari customer maupun karyawan," ujarnya pada Merdeka.com di Jakarta, Minggu (18/6).
Menurutnya, keuntungan lain penggunaan QRIS ialah aspek kemudahan dan keamanan semakin meningkat. Sebagai contoh, Rolupat tidak perlu khawatir bakal menerima uang palsu.
Selain itu, kecepatan pembayaran semakin meningkat. Sebab, tidak ada potensi pembayaran ditolak seperti saat menggunakan kartu.
"Meminimalisir decline, uang palsu, bingung uang kembalian, dkk," tuturnya.
Kemudahan QRIS diamini oleh Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati. Dia mengatakan, penggunaan QRIS sangat aman karena bisa mengurangi resiko pencurian dan penipuan uang palsu.
Dari sisi biaya juga, kata Fitria sangat rendah. Biaya jasa yang dikenakan dalam penggunaan QRIS ini 0 persen untuk mitra UMKM dan 0,07 persen untuk badan usaha.
BRI Sabet Penyelenggara QRIS Terbaik dari BI
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu penyelenggara pembayaran QRIS di Indonesia ialah Bank Rakyat Indonesia (BRI). BRI senantiasa mendorong pelaku usaha dan nasabah agar dapat memaksimalkan digitalisasi bisnis.
Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani mengatakan, digitalisasi menghadirkan efisiensi dalam setiap transaksi. BRI sendiri memiliki layanan digital banking BRImo.
Penggunaan QRIS BRImo juga telah membantu jutaan merchant usaha untuk mempermudah bisnisnya. Diketahui, per 2022 volume transaksi tumbuh lebih dari 2 kali lipat menjadi Rp2.669 triliun, jumlah transaksi 1,83 miliar transaksi, pengguna BRImo pun melesat 68,46 persen yoy menjadi 23,85 juta.
"Digital transformation mendorong perbankan untuk menghadirkan transaksi yang praktis dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat," ujarnya saat acara penyuluhan digital di Yogyakarta, Selasa (11/1).
"Contohnya interaksi jual beli antara customer dan mitra merchant di sekitar Malioboro ini pembayarannya semua bisa cashless, cukup pakai QRIS dari BRImo," tambah Handayani.
BRI mencatat, hingga November 2021, terdapat 1,3 juta mitra merchant BRI yang menerima pembayaran QRIS. Adanya QRIS juga berimplikasi positif terhadap kinerja bisnis merchant.
Frekuensi transaksi tercatat tumbuh tiga kali lipat dan sales volume melesat enam kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Tidak hanya itu, BRI juga dinobatkan oleh BI menjadi Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) QRIS dengan performa terbaik di Indonesia untuk kategori perbankan di 2021.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya