Hati-Hati Uang Hilang Kena Skimming di ATM, ini Cara Mencegahnya
Merdeka.com - Minat nasabah untuk melakukan transaksi melalui Anjungan Tunai Mandiri atau ATM masih diminati nasabah di era digitalisasi. Umumnya nasabah memanfaatkan ATM untuk kegiatan transaksi penarikan tunai hingga pembayaran.
Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, debit dan kartu kredit mencapai Rp 596,2 triliun hingga Februari 2022. Angka ini tumbuh sebesar 2,88 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Meski begitu transaksi melalui ATM tetap memiliki risiko kejahatan yang perlu diantisipasi pengguna. Salah satunya kejahatan skimming.
Melansir dari laman bca.co.id, Selasa (21/6), skimming merupakan aksi kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening. Secara teknis, skimming merupakan proses menyalin atau duplikasi data yang ada pada strip magnetik yang terdapat pada suatu kartu debit atau kartu kredit. Langkah ini dilakukan dengan mengubah atau memodifikasi perangkat maupun software pada alat-alat/perangkat yang digunakan untuk transaksi yang menggunakan kartu pembayaran (alat skimmer).
"Skimming biasanya mengincar pengguna ATM sebagai objek pencurian. Kerugian dari metode ini adalah kehilangan saldo tiba-tiba di rekening dengan riwayat jejak yang minim. Maka dari itu, skimming adalah kejahatan yang penting untuk dihindari oleh pengguna ATM," tulis BCA.
Lantas bagaimana cara menghindari kejahatan skimming?
Dari berbagai aktivitas transaksi keuangan, diperlukan langkah-langkah preventif yang cukup banyak untuk menghindari bermacam-macam kejahatan finansial. Berikut inilah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghindari praktik skimming.
1. Memeriksa Alat Transaksi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeperti telah dijelaskan sebelumnya, skimming merupakan kejahatan dengan menggunakan alat yang sukar dideteksi oleh kasat mata. Namun, jika menemukan alat yang mencurigakan di ATM dan area pindad ATM saat melakukan transaksi, Anda dapat langsung menghubungi dan melapor ke Halo BCA 1500-888.
2. Tutupi Tangan Ketika Memasukkan PIN
Langkah ini cukup sederhana untuk dilakukan oleh nasabah setiap hendak bertransaksi dengan mesin ATM atau EDC agar terhindar dari kejahatan skimming. Dengan menerapkan langkah ini, mesin skimmer akan kesulitan untuk merekam gerakan tangan saat sedang menekan PIN ATM.
"Langkah ini juga bisa meminimalisasi kemungkinan orang lain/ spy cam melihat PIN," jelas BCA.
3. Ganti PIN Secara Berkala
Metode skimming juga memerlukan rekaman kode PIN ATM. Karena itulah, sebaiknya kamu mengganti kode PIN ATM secara berkala.
Penggantian PIN bisa dalam seminggu sekali, tiga hari sekali, ataupun setiap hari. Tujuannya untuk mencegah kejahatan skimming meskipun kode PIN ATM sudah pernah terekam oleh pelaku skimming.
4. Menggunakan Kartu Chip-Based
Antisipasi metode skimming tidak hanya menjadi tanggung jawab nasabah. Seperti halnya yang dilakukan oleh BCA, nasabah diharuskan untuk mengganti kartu dengan jenis kartu Chip-based.
Dengan kartu chip-based, data kartu Debit atau kartu Kredit kamu lebih aman karena chip yang digunakan sudah mengaplikasikan teknologi enkripsi data. Sekalipun terdeteksi oleh alat skimming, data yang terekam hanya berupa kode-kode dan simbol abstrak yang tidak bisa diartikan.
Itulah beberapa tips yang perlu Anda terapkan saat bertransaksi di ATM. Jangan lupa, share informasi ini untuk orang terdekat Anda agar tidak menjadi korban kejahatan skimming.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya