Menteri Puan harap UN jadi tolak ukur integritas siswa yang jujur
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani berharap Ujian Nasional (UN) menjadi tolak ukur integritas siswa, guru maupun sekolah itu sendiri. Diharapkan nilai UN yang tinggi diperoleh dengan cara jujur.
"Hasil UN yang tinggi harus diperoleh dengan cara jujur, tidak mengorbankan integritas melalui contek menyontek," ujar Puan dalam keterangannya, Senin (9/5).
Puan juga berpesan bagi siswa peserta UN agar percaya diri dalam menjawab soal-soal serta tidak terpengaruh iming-iming bocoran soal dan jawaban.
"Para siswa harus percaya diri, lakukan persiapan sebaik-baiknya untuk UN. Jangan terpengaruh dan percaya dengan iming-iming bocoran soal dan jawaban. Prestasi adalah hasil dari kerja keras. Oleh karena itu jujurlah pada diri sendiri karena prestasi yang diraih adalah penghargaan atas upaya diri sendiri," ungkapnya.
Untuk diketahui, mulai hari ini, 9 Mei hingga Kamis 12 Mei digelar pelaksanaan Ujian Nasional SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). UN dilaksanakan menggunakan dua model yaitu: UN dengan soal yang dicetak di kertas, dan UN berbasis komputer. UN menyasar ke 4.052.068 siswa yang berasal dari 52.630 sekolah di seluruh Indonesia.
UN merupakan amanah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada standar kompetensi kelulusan (SKL). (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya