Pemprov Bengkulu Komitmen Beli 12 Unit Mobil Esemka Bima
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu komitmen membeli 12 unit mobil pikap Esemka Bima produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Boyolali, Jawa Tengah. Komitmen pembelian tersebut dicapai dalam pameran gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu yang digelar hingga besok (25/9).
“Kami mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang menandatangani pembelian 12 unit Esemka. Kami juga optimistis Esemka dapat meningkatkan produktivitas masyarakat desa,” ujar Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian dalam keterangan resminya, Selasa (24/9).
Menurut Direktur Putu, di pameran TTG Nasional XXI Bengkulu, Kementerian Perindustrian menampilkan produk unggulan dari PT Solo Manufaktur Kreasi, Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), dan Sefator Deos Maks. Selain itu, Kemenperin menampilkan produk hasil riset Balai Besar dan Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri.
Di pameran TTG Nasional XXI, para pengunjung tampak antusias memperhatikan mobil Esemka yang tipe pikap merek Bima. Kendaraan produksi PT SMK ini telah melakukan kerja sama dengan 30 industri komponen lokal. Pada tahun pertama, PT SMK menargetkan produksi sebanyak 3.500 unit pick up Bima.
Pabriknya yang beroperasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 300 orang. Pada 6 September lalu, pabrik SMK ini diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Sementara Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan pihaknya bangga terhadap kehadiran mobil Esemka sebagai produk industri dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah provinsi Bengkulu berminat untuk memesan karya anak bangsa tersebut.
“Siapa lagi kalau bukan kita yang bangga menggunakan produk dalam negeri ini. Harapan kami, pada 2020 nanti mobil Esemka sudah masuk e-katalog, sehingga proses pengadaannya bisa lebih sederhana. Kami terus dorong teknologi nasional, agar bangsa ini kompetitif di mata dunia,” ujarnya.
Eko Putri Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menginginkan PT SMK dapat memberikan pelatihan perbengkelan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Tujuan supaya mereka bisa mengerti tentang merawat kendaraan. Apalagi yang namanya penjualan kendaraan itu salah satu kunci keberhasilannya adalah layanan purnajualny,” tutur Menteri Eko. (mdk/sya)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya