Operasi ketupat mudik, petugas ditekankan jadi penolong
Merdeka.com - Pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 dalam mudik Lebaran tahun ini memenuhi target, terutama dalam pengurangan angka kecelakaan perjalanan darat. Beberapa cara diterapkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia, salah satunya dengan menekankan kepada petugas untuk berperan sebagai penolong.
"Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan, jadi petugas ditekankan untuk menjadi penolong. Sikap pengayom ini yang harus ditonjolkan sehingga masyarakat yang mudik bisa terlayani dengan baik," kata Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Pudji Hartanto.
Kecelakaan pada masa mudik masih menjadi perhatian lembaga terkait, termasuk Kepolisian Republik Indonesia. Walau tak terhindarkan, jumlah kematian dan jumlah kasus kecelakaan diusahakan untuk ditekan.
Hingga sepuluhan hari pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2014, setidaknya sebanyak 429 orang meninggal dalam perjalanan mudik. Irjen Pol Pudji Hartanto kepada media mengatakan bahwa angka tersebut menurun dibanding tahun lalu. Lebih jauh, penurunan jumlah korban jiwa ini merupakan bagian dari target operasi tersebut.

Analisis data yang dilakukan setiap hari oleh Polri menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas dan akibat dari kecelakaan lalu lintas itu sendiri, termasuk untuk jumlah korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan memang mengalami penurunan.
Irjen Pol Pudji Hartanto mengatakan bahwa pihaknya memberlakukan sejumlah cara untuk menekan angka tersebut. Selain menekankan peran petugas dalam Operasi Ketupat, pihaknya juga mengantisipasi titik-titik yang diketahui rawan kecelakaan dan menempatkan personel di sana. Polri menempatkan sebanyak 2.000 petugas di wilayah yang menjadi cakupan operasi mereka.
(kpl/nzr/rd) (mdk/merdeka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya