Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Konsep desain Fino batik makan waktu 10 bulan

Konsep desain Fino batik makan waktu 10 bulan Yamaha Mio Fino Batik

Merdeka.com - Seni tidak bisa dipaksa. Ungkapan yang sering muncul ini pada akhirnya dirasakan dalam proses pembuatan desain Yamaha Fino batik edisi 'I Love Indonesia' sendiri diluncurkan untuk menyambut Hari Kebangkitan Nasional.

Novita selaku Project Leader PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan desainer muda Lenny Agustin mengakui hal itu. Novita sendiri memaparkan bahwa waktu pembuatannya setidaknya sampai 10 bulan untuk prosesnya.

"Prosesnya 10 bulan, cukup lama ya. Tapi untuk desainnya sendiri hanya satu setengah bulan saja. Tetapi untuk konsepnya sendiri, saya agak sedikit kesulitan karena ini termasuk otentik budaya kita. Jadi tidak gampang memberikan motif Indonesia langsung ke dalam sebuah motor. Jadi tidak semua motif itu bisa digunakan," ungkapnya.

Mio Fino Batik

Kesulitan dalam menggarap desain di motor bergaya klasik yang dibanderol Rp 13,6 juta on the road Jakarta ini ada pada kesesuaian.

Fino limited edition ini dipasangi grafis Indonesian ethnic style, bermotif sulur yang maknanya kehidupan yang tumbuh dan meningkat. Aliran motif Sulur yang biasanya terdapat pada barang kerajinan Tanah Jawa seperti batik, gamelan, kebaya, mahkota, ukiran.

Perubahan ini hanya pada tampilan. Sementara itu, spesifikasi mesin tetap sama dengan pendahulunya, yakni dengan mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113cc. Transmisinya menggunakan CVT dan menyalurkan tenaga 8,35 hp di putaran 8.000 rpm dengan torsi puncak mencapai 7,84 Nm di 7.000 rpm.

(kpl/nzr/abe) (mdk/merdeka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP