Kok bebek baru Yamaha tak pakai teknologi YEC-FI?
Merdeka.com - Sejumlah pengamat sudah menuai tebakan bahwa Yamaha Indonesia kemungkinan besar akan menghadirkan sepeda motor bebek baru sekelas Vega. Pada akhir tahun lalu, Thailand melepas bebek bernama Spark 115 cc dengan kode YEC-FI. Perwajahannya pun serupa dengan Force.
Namun Force yang pada beberapa waktu lalu diperkenalkan kepada media ternyata hadir tanpa kode YEC-FI. Mesinnya memang tetap menggunakan injeksi (fuel injection atau FI), tetapi dengan perangkat yang serupa dengan apa yang sudah mereka pasarkan di Indonesia. Kok bisa?
Bayu Astyawanto, Technical Service Publication PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, menyebut bahwa pada dasarnya ia punya prinsip kerja yang sama.
"Teknologi FI yang diterapkan di negara tetangga YEC-FI. Untuk sistem kerja FI-nya sama. Tetapi karena kita sudah punya FI di motor-motor sebelumnya seperti V-ixion, kemudian Z1 dengan teknologi FI yang kencang dan irit, maka kita tidak memakai," ungkap Bayu.

FI yang diterapkan pada FOrce seperti juga pada Yamaha-Yamaha sebelumnya untuk pasar Indonesia. Di FI tersebut, pada sensor-sensornya juga dilengkapi sensor oksigen, lalu throttle body, kemudian juga dilengkapi sensor temperatur mesin.
Bagaimana dengan YEC-FI? Sistem ini sebenarnya diterapkan pada moge sport Yamaha seperti YZF-R6. Menurut penelusuran, salah satu yang membedakan adalah YEC-FI bisa disetel-setel sesuai kebutuhan karena ia memang disediakan untuk memenuhi kebutuhan balap.
Hal itu dimungkinkan atas adanya Kit ECU yang memperbolehkan pengesetan atas jumlah pasokan bahan bakar melalui injeksi, waktu bagi pengapian, juga fungsi tambahan lain. Dalam ECU-nya sendiri terdapat dua pengaturan standar (map), yaitu Supersport dan Superbike.

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya