Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kelam di balik persiapan mobil murah

Kelam di balik persiapan mobil murah Daihatsu Ayla

Merdeka.com - Peraturan mengenai mobil murah ramah lingkungan tak kunjung keluar walau sudah dijanjikan kian dekat. Kabar terakhir menyebut bahwa revisi dari regulasi itu sudah di tingkat tertinggi pemerintahan dan selanjutnya akan masuk tahap lain di pemerintahan lalu kemudian mobil murah bisa dijual.

Namun, lamanya kondisi ini tanpa disadari membuat penyuplai komponen mobil murah ketar-ketir. Untuk Ayla dan Agya misalnya, pihak Daihatsu Astra Motor menyebut tidak sedikit dari para penyuplainya adalah pemain baru. Nasib mereka pun tak tentu di kala menunggu regulasi beres agar bisnis bisa berjalan. Setelah ditunggu sampai akhir tahun lalu, mobil itu pun belum bisa dijual hingga kini. Pekerjanya pun dirumahkan.

"Kami itu untuk membikin LCGC ada 145 penyuplai. Dari angka itu, 30-40 penyuplai baru. Dan kami tetap bantu sampai sekarang, ya bagaimana supaya karyawannya itu jangan diberhentikan deh," ujar Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR.

Daihatsu Ayla

Ia menyebut bantuan bagi para penyuplai baru itu adalah bagaimana agar para pekerjanya bisa tetap memperoleh upah. "Jadi misalnya dirumahkan dulu, tapi tetap kerja dibayar upah kan, itu tetap kami bantu," tambahnya.

Perwujudan program mobil murah yang diregulasikan pemerintah diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Jumlah itu seiring dengan bersarnya animo publik terhadap mobil murah ramah lingkungan ini, yang juga disokong oleh besarnya investasi sejumlah produsen, termasuk investor asing.

Dengan masuknya industri kecil dan menengah dari Jepang ke Indonesia, maka ongkos produksi akan makin bisa ditekan. Satu dari sekian syarat yang akan masuk dalam regulasi mobil murah di Indonesia sendiri adalah penggunaan industri lokal hingga 80 persen.

(kpl/why/vin) (mdk/merdeka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP