Di Indonesia, mati kecelakaan masuk 3 terbanyak setelah sakit jantung dan TBC
Merdeka.com - Mati karena kecelakaan masuk dalam daftar deretan tertinggi penyebab kematian di Indonesia. Kecelakaan lalu lintas berada di posisi ketiga setelah sakit jantung dan TBC. Hal ini disampaikan mengacu pada data tahun 2013.
"Penyebab kematian orang Indonesia itu, satu, karena sakit; kedua, jantung atau TBC. Yang ketiga, orang mengalami kecelakaan di jalan raya," kata Nugroho Respati, instruktur mengemudi bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kecelakaan menjadi satu momok dalam kehidupan masyarakat di Indonesia jika melihat data terkini dari kepolisian terkait hal tersebut. Menurut data yang ia peroleh. 70 orang dalam sehari sama artinya dengan tiga orang meninggal setiap jam karena kecelakaan.

"Di Indonesia, dalam setiap jam terjadi 12 kecelakaan. Dalam satu hari, yang meninggal 69-70 orang. Ini terus-menerus terjadi," ujarnya.
Perbandingan antara jumlah kendaraan dan volume jalan menunjukkan kondisi yang timpang. Hal ini pun turut menjadi faktor dari tingginya angka kecelakaan dan dampak lainnya, di samping sikap berkendara yang tidak menyesuaikan dengan kondisi ini.
Hangga dua tahun lalu, panjang jalan di Indonesia tercatat 280.000 km. Jika dibandingkan dengan panjang jalan pada tahun 2000 atau tiga belas tahun sebelumnya, panjang jalan adalah 200.000 km sehingga panjang jalan bertambah 80.000 km.
Sementara itu, jumlah mobil tahun 2013 di Indonesia adalah 11 juta unit, meningkat dari tahun 2000 dengan jumlah 3 juta mobil. Sementara itu, peningkatan jumlah sepeda motor sangat drastis, dari 13 juta unit, menjadi 84 juta unit.
(kpl/why/sdi) (mdk/merdeka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya