Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita mudik Cakung-Surabaya: 14 jam, dua jam lebih cepat dari biasanya

Cerita mudik Cakung-Surabaya: 14 jam, dua jam lebih cepat dari biasanya mudik 2018 surabaya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seperti prediksi banyak orang, puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada Sabtu pekan lalu (9/6). Namun, kondisi tersebut tidak menahan Arif Rahman untuk memulai mudiknya, meski harus menghadapi risiko macet tingkat tinggi.

Berangkat dari Cakung, Jakarta Timur, pria yang biasa disapa Omay ini memulai mudiknya pada Sabtu selepas salat Subuh. Kota Surabaya menjadi tujuan mudiknya. Sempat istirahat empat kali di beberapa rest area, Omay dan istri tiba di Surabaya pada Minggu siang, jam 12.00. Total waktu tempuh Cakung-Surabaya di mudik tahun ini lebih cepat 2 jam dari tahun lalu, yakni 14 jam. Sementara jarak tempuhnya lebih dari 800 kilometer.

"Secara keseluruhan, mudik tahun ini saya rasakan lebih baik dari tahun lalu. Beberapa ruas tol yang operasional dan jalan fungsional sangat membantu sekali. Koordinasi pengaturan lalu lintas juga terlihat lebih baik sehingga penumpukan antrean akibat kemacetan tidak terlalu panjang seperti sebelumnya," ungkap Omay senang pada Merdeka.com, Selasa (12/6).

mudik 2018 surabaya

mudik 2018 surabaya ©2018 Merdeka.com

Cerita mudik Omay dimulai Sabtu, tepat jam 05.00 WIB, dengan memasuki tol JORR melalui gerbang Pulogebang. Tidak ada kemacetan berarti hingga menjelang antrean Cikarang Utama. Dari sini, dia memutuskan keluar di gerbang Cikarang Barat, kemudian masuk kembali di Cikarang Timur. Keputusan ini terbilang tepat, karena pagi itu antrean Cikarang Utama dan selepasnya sangat padat hingga rest area Km 39.

"Selepas Km 39, masih cukup padat dan baru bisa menambah kecepatan maksimal setelah Km 62 di persimpangan tol Cikampek-Cipularang. Mendekati rest area tol Cipali Km 102 terjadi antrean, sehingga kami lakukan rehat pertama pada jam 08.00. Perjalanan di tol Cipali cenderung padat merayap dengan antrean setiap jelang rest area. Di exit Brebes Timur, kami bisa masuk ke ruas Brebes-Pemalang yang berlaku sistim buka-tutup. Tol Brebes-Pemalang kondisinya cukup baik dan lancar. Hanya terdapat antrean menjelang pembayaran tol di gerbang Kertasari-Tegal. Namun, semua berjalan tertib karena banyak petugas kepolisian yang mengarahkan dan membantu mempercepat proses pembayaran," ujar Arif yang sangat aktif di komunitas AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) ini.

Lepas menikmati jalan tol, Omay pun melanjutkan perjalanan melewati tol fungsional, seperti Pemalang-Batang. Patut waspada di sini, karena terdapat beberapa sambungan jalan kurang sempurna sehingga kecepatan harus dijaga, agar tidak lebih 40 kilometer per jam, supaya mobil tidak melayang keluar jalur.

Perjalanan dilanjutkan kembali melalui tol fungsional Batang-Semarang. Kondisinya kurang lebih sama dengan tol fungsional Pemalang-Batang. Terjadi antrean sekitar 2 kilometer jelang Gringsing, lantaran belum berfungsinya jembatan tol Kalikuto yang menghubungkan Batang dengan Weleri.

"Kami diharuskan memutar keluar terlebih dahulu ke jalan nasional, yang dibuat sistem contraflow untuk kemudian masuk kembali dan melanjutkan tol fungsional menuju Semarang," ucapnya.

Arif menyarankan agar tidak terpancing menambah kecepatan maksimal di tol fungsional. Selain kondisi sambungan jalan yang belum sempurna, juga di beberapa lokasi masih banyak warga yang menyeberang akibat jembatan penghubung yang belum selesai.

Tiba di Semarang jam 14.00. Arif memulai mudiknya lagi esok hari jam 07.00 lewat tol Semarang-Solo melalui gerbang Gayam Sari. Kualitas jalan tol ini patut diacungi jempol karena bagus, lebar, dan memiliki pemandangan indah. Sayang, Arif tidak bisa memasuki tol fungsional Salatiga-Kartasura karena berlaku sistem buka-tutup, akibat kepadatan antrean di tanjakan jembatan Kali Kenteng.

"Saya akhirnya keluar di gerbang Salatiga melanjutkan ke Salatiga-Boyolali menuju Solo. Saya masuk tol kembali melalui gerbang fungsional Colomadu menuju Kertosono. Kondisi tolnya relatif sepi sehingga kecepatan bisa dipacu maksimal menuju Surabaya," pungkas Arif senang. (mdk/sya)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP