Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BMW siap ladeni tuntutan hukum kerusakan seri 5

BMW siap ladeni tuntutan hukum kerusakan seri 5 BMW 520i Milik Musa Dirgantara (Foto: Nazar Ray)

Merdeka.com - PT BMW Indonesia mengaku siap menghadapi tuntutan Musa Dirgantara dan hasil keputusan pengadilan soal kerusakan BMW Seri 5. Musa menggugat PT BMW Indonsesia menyusul ketidakpuasan atas penanganan kerusakan pada BMW 520i lansiran 2012 yang dibelinya di dealer Tunas Tomang, Jakarta.

"Soal tuntutan itu sudah ditangani lawyer dealer kita (Tunas Tomang). Jadi kami tidak mau berkomentar terlalu jauh. Biarkan mereka yang menyelesaikan masalahnya," ujar Helena Abidin, Marketing Director PT BMW Indonesia di Jakarta, Rabu (22/5).

"Jadi saya tidak mengikuti terlalu detail karena sudah ada yang menghandle dari tim after sales BMW, dan dari tim dealer dengan legalnya yang sudah menangani. Jadi aku tidak mengikuti lagi. Masing-masing sudah ada yang mengurusi," tambahnya.

BMW Indonesia sendiri mengaku tidak mengetahui terlalu jauh perkembangan kasusnya di ranah hukum. Namun pada prinsipnya BMW berusaha memberikan pelayanan terbaik meski hal itu dilakukan lewat jalur hukum sekalipun. "Prinsipnya kita tetap memberikan layanan yang terbaik bagi semua konsumen kita yang membeli BMW dimana pun," tandasnya.

Menurut Helena, kasus Musa cukup kompleks karena menyangkut teknis produk yang dibelinya, sehingga perlu penanganan khusus, dan BMW sendiri menyatakan tidak lepas tangan atas kerusakan dan berupaya memperbaiki BMW 520i milik Musa, sampai akhirnya tuntutan tersebut keluar Minggu lalu.

Dalam jangka pendek maupun panjang, BMW yakin kasus tersebut tidak mempengaruhi penjualan produk BMW di Indonesia secara keseluruhan karena BMW secara global sudah berkomitmen kuat terhadap kualitas produk yang dijualnya.

"Namanya layanan, namanya produk itu semua sangat kompleks dan tidak simpel. Jadi saya tidak punya komentar masalah ini secara detail. Tapi prinsipnya BMW memberikan pelayanan terbaik buat konsumen," tukasnya.

Jadi BMW siap jika pengadilan memutuskan BMW Indonesia mengganti unit baru? Kejar wartawan. "BMW Internasional, dalam bisnisnya berprinsip memikirkan jangka panjang, bukan pendek, yang memberikan pelayanan terbaik," jawab Helena.

Sebelumnya diberitakan situs ini, Musa Dirgantara, Direktur Utama PT IFCA Consulting Indonesia merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan BMW menyangkut kerusakan pada BMW Seri 5 yang dibelinya tahun 2012 lalu. Karena mobilnya terus bermasalah meski diperbaiki beberapa kali, Musa lalu menunjuk Kantor Pengacara Stefanus & Rekan untuk menyelesaikan permasalahannya hingga somasi kedua ini keluar..

Musa membeli BMW 520i pada bulan Maret 2012 di showroom PT Tunas Mobilindo Parama, Tomang, Jakarta. Dalam perjalanannya, BMW hitam bernopol B. 161 FCA tersebut mengalami kerusakan setelah pemakain selama enam bulan.

Selama enam bulan pemakaian, terjadi gejala sentakan atau lompatan secara mendadak. Atas kejadian ini, sampai bulan Oktober dan November 2012, Musa dan keluarga sering mengalami mual-mual, pusing dan muntah-muntah pada saat menggunakan mobil tersebut.

Kemudian Musa melaporkan persoalan mobilnya ke pihak Tunas Tomang. Setelah dicek dan perbaiki, masalah yang sama tetap muncul. Sebagai solusi pihak Tunas Tomang meng-upgrade software pada kendaraan tersebut dan mobil harus menginap di bengkel selama 2 hari.

Selanjutnya BMW 520i miliknya kembali mengalami masalah yang sama. Lalu bengkel Tunas Tomang dan pihak BMW Indonesia memberikan mobil loaner kepada Musa sebagai pengganti sementara.

Dalam sebuah kesempatan Musa mendatangi kantor BMW Indonesia untuk meminta jaminan dan disediakan fasilitas loaner car apabila terjadi masalah serupa, dan jaminan setelah masa garansi kendaraan berakhir. Namun pihak BMW Indonesia menolak permintaan Musa dan menawarkan untuk membeli paket upgrade yang disebut BSI Ultimate.

Jawaban mengejutkan lain diterima Musa dari BMW Indonesia, bahwa untuk menyelesaikan kerusakan bukan melalui perbaikan upgrade software sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, melainkan harus mengganti Part HIS Accumulator yang harus didatangkan terlebih dahulu dari Jerman.

Artikel Terkait

Pertama Kali, BMW Jual M135i di Indonesia

New BMW M5 Facelift 2014 Lebih Berotot!

BMW Seri 5 Lompat Terus, Musa Lanjutkan Gugatan

BMW M8 Kado Spesial 1 Abad

(kpl/nzr/rd) (mdk/merdeka)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP