BMW Seri 5 lompat terus, Musa lanjutkan gugatan
Merdeka.com - Musa Dirgantara terus melanjutkan gugatan kepada pihak PT BMW Indonesia menyusul ketidakpuasan atas penanganan kerusakan pada BMW 520i lansiran 2012 yang dibelinya di dealer Tunas Tomang, Jakarta.
Direktur Utama PT IFCA Consulting Indonesia ini mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan BMW menyangkut kerusakan pada BMW Seri 5 yang dibelinya. Karena mobilnya terus bermasalah meski diperbaiki beberapa kali, Musa lalu menunjuk Kantor Pengacara Stefanus & Rekan untuk menyelesaikan permasalahannya hingga somasi kedua ini keluar. Sebelumnya pihak Musa telah melakukan surat menyurat dengan BMW Indonesia beberapa kali.
Musa membeli BMW 520i pada bulan Maret 2012 di showroom PT Tunas Mobilindo Parama, Tomang, Jakarta. Dalam perjalanannya, BMW hitam bernopol B 161 FCA tersebut mengalami kerusakan setelah pemakaian selama enam bulan.
Selama enam bulan pemakaian, terjadi gejala sentakan atau lompatan secara mendadak. Atas kejadian ini, sampai bulan Oktober dan November 2012, Musa dan keluarga sering mengalami mual-mual, pusing dan muntah-muntah pada saat menggunakan mobil tersebut.
Kemudian Musa melaporkan persoalan mobilnya ke pihak Tunas Tomang. Setelah dicek dan perbaiki, masalah yang sama tetap muncul. Sebagai solusi pihak Tunas Tomang meng-upgrade software pada kendaraan tersebut dan mobil harus menginap di bengkel selama 2 hari.
Selanjutnya pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013, BMW 520i miliknya kembali mengalami masalah yang sama. Lalu bengkel Tunas Tomang dan pihak BMW Indonesia memberikan mobil loaner kepada Musa sebagai pengganti sementara.
Pada awal Februari 2013, dealer Tunas Tomang melakukan penggantian pada komponen suku cadang pressure regulator, dan setelah melakukan test drive pihak Tunas Tomang menyatakan bahwa masalah sentakan/lompatan pada mobil tersebut telah teratasi.
Tidak puas
Agar gejala mobil menyentak tidak terulang, Musa mendatangi kantor BMW Indonesia untuk meminta jaminan dan disediakan fasilitas loaner car apabila terjadi masalah serupa, dan jaminan setelah masa garansi kendaraan berakhir. Namun pihak BMW Indonesia menolak permintaan Musa dan menawarkan untuk membeli paket upgrade yang disebut BSI Ultimate.
Rupanya setelah dipakai masalah yang sama muncul lagi. Dan BMW Indonesia lewat Tunas Tomang kembali melakukan pengecekan dengan membawa alat yang lengkap.
Setelah berulang kali penyakit mobilnya kambuh, Musa mengaku pada akhir Februari 2013 ia mengirim surat elektronik ke PT BMW Indonesia. Inti dari surat tersebut meminta mobil BMW kepunyaannya diganti dengan unit yang baru. Musa beralasan, setelah perbaikan yang beberapa kali masalah mobilnya tetap muncul. Namun BMW Indonesia memberikan jawaban bahwa BMW 520i dengan nomer vin K931176 tidak dapat diganti baru.
"Pada intinya (BMW Indonesia) menolak mengganti unit mobil milik bapak Musa Dirgantara," sebut Musa dalam pesan elektroniknya pada media.
Musa mencoba bersabar dengan menyetujui usulan upgrade software untuk kedua kalinya. Musa memberi syarat, ia harus kembali diberikan loaner car sampai permasalahan tersebut selesai, dan pihak BMW Indonesia memberikan jaminan secara tertulis bahwa setelah upgrade software yang kedua kerusakan pada unit mobil milik Musa terjadi lagi. Apabila masalah yang sama masih terjadi, maka PT BMW Indonesia bersedia mengganti mobilnya dengan unit yang baru.
PT BMW Indonesia kemudian bersedia memberikan extended warranty 1 (satu) tahun lagi tanpa batas Km. Namun sebagai dealer, Tunas Tomang tidak berani menjamin bahwa kerusakan serupa tidak akan terjadi lagi. Musa kemudian menolak saran perbaikan tersebut karena khawatir mobilnya bakal rusak lagi.
Jawaban mengejutkan diterima Musa dari BMW Indonesia, bahwa untuk menyelesaikan kerusakan bukan melalui perbaikan upgrade software sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, melainkan harus mengganti Part HIS Accumulator yang harus didatangkan terlebih dahulu dari Jerman.
Atas permasalahan ini Musa Dirgantara merasa tidak puas dan tidak percaya lagi akan layanan pihak BMW hingga bermuara pada somasi kedua kalinya.
Menanggapi gugatan konsumennya ini BMW Indonesia telah menyiapkan pengacara untuk menghadapi tuntutan Musa. "Urusan itu sudah kita serahkan kepada lawyer BMW tunas, tempat pak Musa membeli Seri 5," jawab Helena Abidin, Director of Corporate Comunications PT BMW Indonesia ketika dihubungi media.
(kpl/nzr/vin) (mdk/merdeka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya