Awas, ternyata duduk di kursi belakang lebih berbahaya!
Merdeka.com - Selama beberapa dekade. keselamatan di dunia otomotif telah difokuskan pda kursi depan, khususnya di bagian kemudi. Ya, ini masuk akal, namun yang perlu diingat adalah selalu ada orang yang duduk di bagian belakang. Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa kursi belakang saat ini harus memiliki keamanan yang juga diutamakan.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Institute Highway Safety and the Children’s Hospital di Philadelphia, mengungkapkan bahwa keamanan kursi belakang harus juga diperhatikan. Sebab dari kendaraan yang diproduksi di atas tahun 2006, keamanan di kursi belakang selalu dikesampingkan.
Berdasarkan lansiran Consumer Report (22/6), orang yang mengalami kecelakaan saat duduk di bagian belakang, memiliki resiko kematian sebesar 46 persen, meskipun menggunakan sabuk pengaman.
"Ini bukan karena kursi belakang tidak aman, tapi kursi depan yang sudah terlalu aman," ujar Jessica Jermakian, IIHS ilmuwan riset senior dan co-penulis penelitian berjudul "Rear Seat Safety: Variation in Protection By Occupant, Crash and Vehicle Characteristics."
Dalam lima tahun terakhir, keamanan kursi belakang sudah mulai menyusut, terutama pada kendaraan baru, terlebih lagi jika diduduki oleh orang dewasa. "Kami telah mengurangi kemungkinan meninggal dalam kecelakaan di kursi depan, namun saat ini kami akan terus meningkatkan beberapa hal yang harus dikerjakan pada kursi belakang," tambah Jermakian.
Sabuk pengaman saja dianggap tidak banyak membantu. Pasalnya jika mengikat penumpang dengan sabuk pengaman namun guncangan terlalu keras, sementara ikatan juga tak bisa relatif kendur, maka bukan tidak mungkin akan terjadi hal yang lebih parah. Misalnya saja remuk atau patah tulang dada.
Secara keseluruhan, sabuk karet adalah hal yang memungkinkan untuk meningkatkan keselamatan penumpang kursi belakang. Hingga saat ini sejumlah vendor telah berlomba-lomba untuk membuat pengaman bagi penumpang kursi belakang.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya