Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kali pertama coba skydive? Jangan abaikan prosedurnya

Kali pertama coba skydive? Jangan abaikan prosedurnya Kali pertama coba skydive? Jangan abaikan prosedurnya ©shutterstock

Merdeka.com - Agaknya tontonan melompat dari pesawat yang sedang terbang bukan lagi perkara yang tabu belakangan ini. Betapa tidak, dari video yang diunggah viral melalui YouTube saja sudah bukan satu dua orang yang mencobanya, melainkan puluhan atau bahkan sudah ratusan melakukan hal ekstrem tersebut.

Meski begitu, aktivitas ekstrem ini merupakan olahraga yang tengah digandrungi. Skydive, begitu orang menyebutnya. Layaknya olahraga pada umumnya yang punya aturan keselamatan, olahraga yang dilakukan dengan terjun langsung dari langit ini juga punya prosedur yang perlu dipatuhi demi keselamatan bersama. Terutama bagi yang pertama kali mencobanya.

Perhatikan Batas Usia Minimal

Sebagai salah satu olahraga ekstrem, prosedur keselamatan skydive cukup tinggi. Tidak semua orang bisa mencobanya. Usia minimal yang diperkenankan untuk menjajal skydive adalah 18 tahun. Bukti usia minimal ini harus ditunjukkan sesuai kartu identitas baik KTP atau paspor jika di luar negeri yang valid.

Berat Badan Maksimal

Beruntunglah bagi yang memiliki berat badan di bawah 100 kilogram. Sebab, menurut prosedur skydive berat badan maksimum yang diperbolehkan mencoba olahraga ekstrem ini tidak lebih dari 102 kilogram.

Gunakan Pakaian Longgar

Hindari menggunakan pakaian ketat, karena hanya akan membuat tubuh terasa tak nyaman saat terjun bebas menerjang gravitasi. Sebaiknya, kaus dan celana pendek berbahan katun bisa menjadi kostum skydive yang tepat dikenakan.

Jangan Menggunakan Sandal Jepit

Selain nyaman, segala perlengkapan yang membalut tubuh ketika skydive diharuskan aman. Jangan menggunakan sandal gunung, apalagi sandal jepit. Sebaliknya, pilihnya sepatu yang pas dan nyaman di kaki. Ikat yang kuat dan tepat, agar tak terlepas saat skydive.

Tinggalkan Barang Berharga di Darat

Jika diminta melepas segala barang berharga seperti perhiasan sebelum skydive oleh instruktur sebaiknya dipatuhi. Begitu juga dengan barang berharga lain, seperti smartphone maupun kamera, lebih baik ditinggalkan di pos pendaratan. Prioritaskan keselamatan dengan mematuhi segala prosedur keselamatan yang sudah diwajibkan.

Lepaskan Kacamata dan Lensa Kontak

Tekanan gravitasi yang kuat saat terjun bebas menukik dari langit dapat membahayakan mata jika menggunakan kacamata maupun lensa kontak. Lepaslah sementara waktu. Petugas akan menggantinya dengan kacamata khusus skydive yang berfungsi melindungi mata dari beragam benturan benda-benda di udara.

Pastikan Tidak Punya Penyakit Jantung dan Mabuk

Sebelum benar-benar melakukan skydive, petugas akan melayangkan interview singkat perihal riwayat penyakit. Penderita penyakit jantung tidak diperkenankan mencoba skydive, mengingat olahraga ekstrem ini lekat kaitannya dengan adrenalin yang memacu detak jantung. Selain itu, mabuk akibat alkohol juga tidak bisa mencoba skydive.

Wajib Menggunakan Tandem

Pangkal dari prosedur keselamatan skydive untuk pemula adalah wajib menggunakan tandem. Hanya skydiver yang bersertifikat atau berlisensi saja yang bisa menjadi tandem. Fungsi tandem di sini selain mengontrol parasut, menentukan rute terbang dan mendarat, hingga bertanggung jawab pada keselamatan skydive pemula yang terbang bersamanya.

Itulah beberapa prosedur dasar yang perlu dipatuhi jika ingin merasakan langsung sensasi terjun dari langit. Karena skydive akan membuat tubuh melayang beberapa saat di langit, risiko wajah terpapar sinar matahari langsung pun tak bisa dihindarkan. Wajah #beranirusak akibat sinar matahari saat skydive? Tentu tak perlu khawatir lagi bukan? Sebab, sekarang sudah ada Vaseline Men Facial foam, pembersih wajah yang dapat membantu memperbaiki kulit rusak. (mdk/tmi)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP