Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yang kerja diberi tanda jasa

Yang kerja diberi tanda jasa Presiden Jokowi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - "Wajar jika yang bekerja keras dia dapat dan yang berprestasi mendapatkan penghargaan," begitu juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengistilahkan bagi-bagi jabatan untuk relawan dilakukan Presiden Joko Widodo. Tim sukses atau para relawan penyokong kemenangan Jokowi menuju kursi presiden itu kini satu persatu mendapat posisi.

Teranyar, Diaz Hendropriyono, anak dari Jenderal Purnawirawan AM Hendropriyono, ditunjuk menjadi Komisaris PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Diaz salah satu relawan pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla pada pemilihan presiden tahun lalu. Diaz tercatat sebagai Ketua Umum Kawan Jokowi dan situs Gerak Cepat Jokowi-JK.

Sayang Diaz tidak merespon saat dimintai konfirmasi. Telepon selulernya saat dihubungi dalam kondisi tidak aktif.

Soal penunjukan Diaz sebagai Komisaris PT Telkomsel, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengakui pemerintah ikut berperan dalam penunjukan itu. Dia mengatakan sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan mengangkat Diaz sebagai komisaris di perusahaan bidang telekomunikasi itu.

"Kami memutuskan Diaz diusulkan beberapa pihak dari latar belakang beliau," kata Rini akhir tahun kemarin. Rini mengatakan penunjukan direksi dan komisaris perusahaan BUMN tidak bisa mengesampingkan peran pemerintah. "Ini demi keselarasan."

"Ada memang campur tangan pemerintah. Melibatkan eselon satu dan dua dari kementerian teknis. Ada beberapa hal kita tidak bisa lepas," ujarnya.

Selain Diaz, salah satu pendukung Jokowi-JK maju dalam pemilihan presiden ialah Nusron Wakhid. Politikus Partai Golongan Karya ini mbalelo menentang keputusan partai menyokong pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Meski Nusron tidak masuk dalam daftar relawan, dia mendapatkan jabatan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Nusron mengaku tidak tahu soal penunjukannya menjadi Kepala BNP2TKI oleh Jokowi. "Nggak tau, tanya pak Jokowi. Tapi saya menikmati pekerjaan dimanapun," kata Nusron dalam wawancara khusus dengan merdeka.com beberapa waktu lalu. "Saya merasa yakin setiap menerima pekerjaan, saya bisa."

Nusron salah satu dari tiga kader dipecat oleh Partai Golkar lantaran mendukung Joko Widodo.

Eva Kusuma Sundari menjelaskan penunjukan menteri atau kepala lembaga untuk membantu pemerintahan merupakan hak prerogatif presiden. "Itu sah-sah saja, apalagi orang ditunjuk Pak Jokowi memang punya kapasitas di bidangnya."

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP